Tabalong Bentuk Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi

oleh
oleh

Dinas Kehutanan Tabalong, Kalimantan Selatan, membentuk kesatuan pengelolaan hutan produksi dengan mengacu surat keputusan Menteri Kehutanan nomor 78 tahun 2010. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kehutanan Tabalong, Marjan Nainggolan mengatakan kesatuan pengelolaan hutan (KPH) merupakan wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukannya yang dikelola secara efisien dan efektif.<br /><br />"KPH yang dibentuk mencakup hutan konservasi, hutan lindung dan hutan produksi, dengan harapan fungsi hutan bisa dikelola secara efektif dan lestari," jelas Marjan di Tanjung, ibu kota Tabalong, Rabu.<br /><br />Sebelumnya Direktorat Wilayah pengelolaan dan penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan, Dirjen Planologi, Kementerian Kehutanan, Ismunanto, menyosialisasikan pembentukan KPH termasuk kebijakan KPH dalam struktur renstra Kementerian Kehutanan 2010 – 2014..<br /><br />Kebijakan KPH dalam struktur renstra Kemenhut 2010-2014 menurut Armunanto, diantaranya pemantapan kawasan hutan, peningkatan usaha kehutanan dan konservasi keanekaragaman hayati dan perlindungan hutan.<br /><br />"Kementerian kehutanan menargetkan seluruh wilayah kesatuan pengelolaan hutan di tiap provinsi atau sekitar 120 KPH bisa beroperasi," jelas Armunanto.<br /><br />Di Tabalong sendiri luas kawasan hutan mencapai 65 persen dari luas wilayah Tabalong karena itu dalam pengelolaannya tetap memperhatikan kelestariannya.<br /><br />"Luas kawasan hutan di Tabalong mencapai 230 ribu hektare mencakup fungsi kawasan hutan yakni hutan lindung, hutan produksi dan hutan konservasi karena itu dengan pembentukan kesatuan pengelolaan hutan bisa mendukung kelestarian hutan," tambah Marjan.<br /><br />Data di Dinas kehutanan Kalsel, saat ini tercatat 10 Kesatuan pengelolaan hutan yang telah ditetapkan, terdiri atas 8 kesatuan pengelolaan hutan produksi (KPHP) dan 2 Kesatuan pengelolaan hutan lindung (KPHL).<br /><br />"Di Kalsel baru 10 KPH yang sudah ditetapkan yakni 8 KPHP dan 2 KPHL tersebar di seluruh kabupaten dan kota," jelas Kasi pemolaan, Dishut Kalsel, Lanang Budi Wibowo. <strong>(phs/Ant)</strong></p>