Tabalong Dan Kotabaru Waspada Malaria

oleh

Masyarakat Kabupaten Tabalong dan Kotabaru Kalimantan Selatan diminta mewaspadai kemungkinan serangan penyakit malaria terutama selama musim hujan yang diprediksi terjadi hingga Juni 2011. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Rosihan Adhani di Banjarmasin, Senin (07/03/2011) mengatakan kedua kabupaten tersebut merupakan daerah dengan kategori merah atau tertinggi kasus malaria pada 2010. <br /><br />"Pada 2011 masyarakat Kalsel masih harus tetap waspada terhadap serangan malaria, karena diperkirakan musim penghujan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan terutama untuk Kotabaru dan Tabalong," katanya. <br /><br />Peringatan Rosihan tersebut menanggapi kemungkinan terjadinya serangan beberapa penyakit menular terkait dengan terjadinya cuaca ekstrem pada 2010 hingga 2011. <br /><br />Menurut Rosihan, curah hujan saat ini berpotensi menimbulkan genangan air yang bisa menjadi sarana berkembangbiaknya nyamuk anopheles penyebab penyakit malaria, maupun aedes aegypti yang merupakan sumber dari demam berdarah. <br /><br />Selama 2010, di Kalsel terdata sebanyak 6.888 kasus suspect malaria dan 2.467 di antaranya dinyatakan positif terserang penyakit mematikan itu. Dari jumlah tersebut sebanyak jiwa 23 orang meninggal dunia. <br /><br />Jumlah kematian tersebut lebih banyak dibanding 2009 sebanyak 19 orang. <br /><br />Sedangkan pada 2011, kata dia, kendati kasus malaria tidak sebanyak pada 2010 namun masyarakat harus tetap waspada, begitu juga dengan demam berdarah yang pada Januari terdapat sebanyak 13 kasus. <br /><br />Beberapa cara agar masyarakat terhindar dari gigitan nyamuk yang mengakibatkan penyakit DBD dan malaria antara lain dengan penyemprotan sebagai upaya pemberantasan sarang nyamuk serta menjaga kebersihan lingkungan. <br /><br />Selain itu, menggunakan kelambu saat tidur di malam hari guna menghindari gigitan nyamuk malaria maupun demam berdarah serta selalu menjaga stamina tubuh melalui makanan yang bergizi. <br /><br />"Setiap keluarga dianjurkan melaksanakan "3M" di rumah dan halaman masing-masing dengan melibatkan seluruh keluarga, dengan cara menguras bak mandi sekurang-kurangnya seminggu sekali, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, mengganti air vas bunga/tanaman air seminggu sekali," katanya. <br /><br />Penanganan malaria secara nasional ditargetkan pada 2015 Pulau Jawa bebas malaria, disusul Kalimantan dan Sulawesi tahun 2020. Sedangkan Papua, NTT dan Maluku ditargetkan bebas malaria tahun 2030. <strong>(phs/Ant)</strong></p>