Tabalong Kembangkan Aren Sebagai Produk Unggulan

oleh

Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan mengembangkan tanaman aren sebagai salah satu produk unggulan yang saat ini sudah dibudidayakan di lima kecamatan. <p style="text-align: justify;">Kadis Perkebunan Tabalong, Mugeni di Tanjung, Jumat mengatakan potensi tanaman aren di wilayah ini cukup tinggi bagian sampai tahun ini sudah ada sekitar 20.750 tanaman aren yang ditanaman petani.<br /><br />"Selama ini petani karet melakukan kegiatan tumpang sari dengan menanam aren jenis unggul dengan produksi nira yang cukup tinggi karena itu aren sangat potensial dikembangkan sebagai produk unggulan daerah," jelas Mugeni di Tanjung.<br /><br />Mugeni menyebutkan diversifikasi produk yang dihasilkan dari tanaman aren mencakup nira sebagai minuman segar dan aneka olahan lainnya, gula semut, gula merah hingga tepung aren.<br /><br />Dari hasil analisa dinas perkebunan setempat, tanaman aren bisa menghasilkan 15 sampai 20 liter nira per batang atau sekitar 2,4 sampai 3 kilogeram gula merah.<br /><br />"Harga gula merah di tingkat petani sekitar Rp6.000 sampai Ro7.000 per kilogeram maka pendapatan petani rata-rata mencapai Rp588 ribu dengan asumsi 70 persen dikali rata-rata 2 kilogeram," jelas Mugeni lagi.<br /><br />Sementara itu terkait peningkatan kualitas produk unggulan daerah, Bappeda Tabalong melaksanakan sosialisasi program penguatan sistem inovasi daerah sekaligus menyusun naskah kesepakatan bersama antara Dinas perkebunan, Dinas tanaman pangan, peternakan dan perikanan serta Dinas perindustrian, perdagangan dan koperasi setempat.<br /><br />"Program penguatan sistem inovasi daerah merupakan program nasional untuk meningkatkan produk unggulan daerah dan Tabalong punya beberapa produk yang potensial dikembangkan menjadi komoditi andalan," jelas Erwan.<br /><br />Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani pun mendukung penuh program ini mengingat selama ini pengembangan produk lokal seperti madu alam dan buah langsat belum ditangani secara serius.<br /><br />"Sekarang dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mungkin madu alam dan buah langsat bisa dikembangkan sebagai komoditi unggulan di Tabalong asal dikerjakan secara serius," jelas Anang. <strong>(das/ant)</strong></p>