Anggaran untuk prasarana dan sarana pertanian Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatang, sebesar Rp19,5 miliar. <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Selatan Idawati di Tanjung, Selasa, mengatakan pada 2012 anggaran untuk prasarana dan sarana pertanian di Tabalong mencapai Rp19,5 miliar.<br /><br />Alokasi dana yang diterima untuk prasarana dan sarana pertanian (PSP) di Tabalong terbesar dibanding kabupaten lain, dan anggaran ini diharapkan bisa mendukung program peningkatan produksi beras nasional.<br /><br />"Untuk mendukung program peningkatan produksi beras nasional, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian mengalokasikan dana sebesar Rp4,4 triliun, dan Tabalong memperoleh alokasi Rp19,5 miliar, atau paling besar dibanding kabupaten lain," kata Idawati dalam rapat Musrenbang tanaman pangan.<br /><br />Sedangkan untuk Kalimantan Selatan alokasi anggaran kegiatan PSP 2012 mencapai Rp84,7 miliar, yang mencakup dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan sebesar Rp68,9 miliar Idawati mengatakan ada beberapa aspek perluasan dan pengelolaan lahan yang akan dilakukan terkait peningkatan produksi beras di Kalsel diantaranya pembuatan jalan pertanian sepanjang dua kilometer di Kabupaten Banjar, pengembangan optimasi lahan 10.000 hektare, konservasi lahan, reklamasi lahan 500 sampai 2.000 hektare di semua kabupaten.<br /><br />Termasuk perluasan sawah 3.400 hektare di enam kabupaten yakni Tabalong, Tapin, Tanah Laut, Banjar, Batola dan Kotabaru serta perluasan areal hortikultura/Perkebunan/Peternakan 130 hektare di Kabupaten Balangan, Batola dan Hulu Sungai Tengah (HST).<br /><br />"Ada tujuh kegiatan yang akan dilakukan terkait perluasan dan pengelolaan lahan sehingga target peningkatan produksi sebesar 7 persen bisa tercapai," katanya.<br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan Tabalong Saleh mengatakan pada 2011 produksi padi mencapai 155.191 ton, atau meningkat 11,22 persen dibanding 2010 yang hanya 139.534 ton.<br /><br />"Produktivitas padi pada 2011 juga meningkat sebesar 8,43 persen, yakni dari 42,92 kuintal per hektare pada 2010 menjadi 46,54 kuintal per hektare pada 2011," kata Saleh. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















