Tahun ini, Dinkes Sintang Taregetkan 150 Desa ODF

oleh
Harsinto Linoh

SINTANG, KN – Dalam upaya mewujudkan desa 100 persen bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF), dibutuhkan sinergitas seluruh mitra terkait bersama masyarakat untuk mencapai Sintang 100 persen ODF.

Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Harry Sinto Linoh mengatakan untuk mewujudkan Sintang 100 persen ODF, perlu diwujudkan sanitasi yang baik dan sehat melalui berbagai program yang langsung menyentuh ke masyarakat. Hal ini agar strategi pembangunan sanitasi secara komprehensif bisa sistematis dan berkelanjutan.

“ODF bisa meningkatkan kesadaran dan memberdayakan masyarakat mengubah perilaku dari buang air besar sembarangan menjadi buang air besar di jamban sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harrysinto Linoh, Minggu (16/2/2020).

Karena itu, kata Sinto, tahun ini (2020) Dinas Kesehatan Sintang menargetkan 150 desa terdekalarasi Open Defecation Free (ODF). Sementara, hingga saat ini baru ada 56 desa yang mendeklarasikan diri sebagai desa ODF.

“Jadi, Desa Sungai Deras merupakan desa yang ke 56. Bahkan menjadi desa yang pertama untuk wilayah Ketungau Hilir, khususnya untuk wilayah Puskesmas Serangas,” ungkapnya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyatakan setiap pemerintahan desa berkomitmen untuk tidak buang air besar sembarangan dan mengaktifkan posyandu di Gedung.

Menurut Jarot, akar masalah dari stunting adalah dari masalah kesehatan di rumah tangga adalah kemiskinan. Ditambah lagi dengan buruknya sanitasi dasar dan infrastruktur pendidikan.

“Ketiga ini,akar masalah semuanya. Deklarasi komitmen seluruh desa di Kabupaten Sintang untuk menyelenggarakan sanitasi total berbasis masyarakat. Sanitasi buruk adalah masalah kita,” beber Jarot.

Dibeberkan Jarot, kesehatan lingkungan menjadi kunci penting. Apabila BAB sembarangan, kebersihan makanan tidak dijaga, makanan yang dikonsumsi mengandung kuman. (*)