Tak Lagi Andalkan Kayu

oleh

Sulitnya mendapatkan bahan baku kayu, seharusnya membuat instansi teknis berpikir dua kali lipat. <p style="text-align: justify;">Termasuk masyarakat, khususnya para nelayan. Nelayan yang bergerak dalam industri pembuatan perahu hendaknya diberikan penyuluhan sehingga tidak lagi tergantung pada bahan baku dari alam. “Saya melihat industri perahu misalnya masih sangat tergantung pada kayu alam,” kata Barito tokoh masyarakat Sintang pada Kalnews Kamis (07/11/2013)<br /><br />Seharusnya, kata Barito, nelayan perlu diajarkan teknologi pembuatan perahu dengan menggunakan fiber glass. Material fiber glass jelas mudah didapatkan dan sekaligus juga ramah lingkungan. Instansi terkait perlu menerapkan penggunaan teknologi fiber glass, sebab ditinjau dari kualitas juga lebih bagus dibanding kayu.<br /><br />Ini juga sekaligus menghindari terjadinya perambahan hutan. Setidaknya, secara bertahap nelayan ataupun industri kapal nelayan bisa menggairahkan pembuatan perahu dengan fiber glass.  Seperti yang dilakukan nelayan di beberapa provinsi lain, yang tidak memiliki hutan dan kesulitan bahan baku kayu beralih ke teknologi fiber.  Ini juga sekaligus peluang usaha.”Saatnya perlu dilakukan demi menjaga kelestarian hutan,” tutupnya (beny)</p>