Home / Tak Berkategori

Tak Miliki Pelabuhan, Barang Masuk Ke Kapuas Hulu Tak Terkontrol

- Jurnalis

Selasa, 10 Januari 2012 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selama ini jumlah pasokan barang terutama Sembilan bahan pokok (Sembako) yang masuk ke Kabupaten Kapuas Hulu tidak bisa terkontrol secara riil, pasalnya hingga saat ini Kabupaten yang terletak dipaling hujung wilayah Timur Kalimantan Barat ini belum memiliki pelabuhan khusus persinggahan barang. <p style="text-align: justify;">Pernyataan ini disampaikan oleh Abdurraman selaku Pejabat yang mewakili (PJW) Kabag Perdagangan, melalui Kasi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen, kepada kalimantan-news.com, Selasa (10/01/2012).  <br /><br />Menurut Abdurraman, selama ini pihaknya melakukan pengawasan melaui pedagang-pedangan yang ada di pasar, sehingga jumlah pastinya barang yang masuk ke Kabupaten Kapuas Hulu tidak bisa diketahui. <br /><br />“Seharunya di Kapuas Hulu ini perlu dibangun pelabuhan khusus barang-barang yang masuk,sehingga Kita bisa mengetahui berapa jumlah barang-barang yang masuk,” ungkapnya.<br /> <br />Meskipun dalam hal ini untuk membangun Pelabuhan merupakan wewenang Dinas Perhubungan, tetapi Abdurraman menilai pembangunan pelabuhan perlu dilakukan didarat dan di jalur sungai, apabila didarat yang lebih cocok di wilayah Silat sebab itu merupakan pintu masuk pertama menuju Kabupaten Kapuas Hulu, sedangkan untuk pelabuhan jalur sungai cocok dibangun di sekitar  Desa Jaras yang letaknya tidak terlalu jauh dari Ibu Kota Kabupaten.<br /> <br />Oleh karenanya agar jumlah barang yang masuk ke Kabupaten Kapuas Hulu bisa terkontrol dengan baik, Abdurraman mengharapkan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas terkait yaitu Dinas Perhubungan untuk membangun pelabuhan khusus untuk persinggaha barang-barang. <br /><br />“Pelabuhan itu sangat perlu, sehingga Kita mengetahui berapa banyak barang-barang masuk ke Kapuas Hulu, selama ini Kita hanya mendata melalui pedagang-pedagang, Kita tidak bisa mengetahui secara pasti berapa jumlahnya masing-masing barang yang sudah beredar,” tandasnya. <strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Liter — Warga Panik, DPRD Soroti Dugaan Permainan Distribusi
Pemkab Malinau Gelar Ibadah Syukur Tahun Baru 2026, Bupati Ajak Perkuat Persatuan dan Pelayanan
30 Lansia di Tarakan Diwisuda, Wawali Ibnu Saud: Tua Hanyalah Angka
Peringatan Bulan K3 Nasional, Wagub Tegaskan Pentingnya Keselamatan Kerja
Komisi III DPRD Melawi Desak Investigasi Perusahaan Sawit Nakal, Lahan Warga di HGU Harus Dikeluarkan
Bupati Shalahuddin Pimpin Apel Pagi di Dinas PERKIMTAN, Tekankan Peningkatan Kinerja 2026
Pastikan Pelayanan dan Distribusi Air Lancar, Komisi III DPRD Melawi Kunjungi PDAM Tirta Melawi
Wabup Sintang Dorong Pembangunan TPS Baru di Jerora Satu

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:30 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Liter — Warga Panik, DPRD Soroti Dugaan Permainan Distribusi

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:14 WIB

Pemkab Malinau Gelar Ibadah Syukur Tahun Baru 2026, Bupati Ajak Perkuat Persatuan dan Pelayanan

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:09 WIB

30 Lansia di Tarakan Diwisuda, Wawali Ibnu Saud: Tua Hanyalah Angka

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:09 WIB

Peringatan Bulan K3 Nasional, Wagub Tegaskan Pentingnya Keselamatan Kerja

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:25 WIB

Komisi III DPRD Melawi Desak Investigasi Perusahaan Sawit Nakal, Lahan Warga di HGU Harus Dikeluarkan

Berita Terbaru