Tak Terakomodasi dalam APBD Provinsi

oleh

Pembangunan Rumah Sakit Rujukan di Kabupaten Sintang tertunda, anggaran daerah belum memadai untuk menyelesaikan fasilitas kesehatan itu, sementara dukungan dari anggaran provinsi tahun ini nihil, tentunya hal itu mengundang kekecewaan, apalagi RS tersebut merupakan alternatif untuk mendukung pelayanan kesehatan di Timur Kalbar. <p style="text-align: justify;">Tertundanya pembangunan itu membuat banyak pihak termasuk Bupati Sintang, Milton Crosby karena kata dia Pemkab sudah mempersiapkan kebutuhan operasional sarana kesehatan itu seperti lahan, tim dokter yang berkerjasama dengan Universitas Tanjungpura, tenaga listrik hingga sejumlah fasilitas lainnya yang mendukung operasional RS tersebut.<br /><br />“Harapannya 2012 nanti operasional karena semua sudah kita siapkan tapi ternyata APBD Kalbar tahun ini tidak mengalokasikan anggaran, penyelesaian jadi tertunda padahal RS ini turut menjadi kewenangan provinsi,” sesalnya.<br /><br />Mekipun begitu, ia tidak tinggal diam karena RS ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayana kesehatan di Timur Kalbar dalam kerangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.<br /><br />“Walau tak dapat dukungan tahun ini, tetapi untuk kelanjutan pembangunan tetap akan dianggarkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan rumah sakit sendiri,” jelasnya.<br /><br />Ia mengatakan, komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan, termasuk perwakilan rakyat yang ada duduk di DPRD Provinsi.<br /><br />“Sangat diharapkan para legislator kita di DPRD provinsi bisa terus berjuang membantu mengawal dana pembangunan RS rujukan sehingga bisa teralokasi dari APBD provinsi,” imbuhnya. <br /><br />Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Andy Jap,mengatakan pembangunan Rumah Sakit (Rumkit) Rujukan Wilayah Timur di Kabupaten Sintang tersendat. Sokongan dana, terutama dari APBD provinsi tahun 2011 untuk pembangunan rumah sakit tersebut bahkan tidak ada. Pada APBD provinsi tahun 2011 ini, pemerintah provinsi tidak menggelontorkan sepeser pun dana pembangunan untuk rumkit tersebut. Sebab kemampuan APBD Provinsi sangat terbatas.<br /><br />Anggota DPRD Kalbar asal Sintang, Nicodemus R Toun, dalam sebuah kunjungan ke Sintang mengatakan sebenarnya kebutuhan dana guna penyelesaian pembangunan RS Rujukan yang diperkirakan butuh Rp 30 Miliar lagi itu telah mereka inventarisasi, namun dalam pembahasan memang terlewatkan. <br /><br />“Kita tetap akan upayakan nanti setiap tahun akan dianggarkan dalam APBD provinsi, karena kalau sekaligus tentu belum bisa,” tukasnya. <strong>(phs)</strong></p>