Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, akan kembali mempercantik Taman Alun-alun Kapuas dengan air mancur "menari", kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum setempat Edi Rusdi Kamtono. <p style="text-align: justify;">"Saat ini Taman Alun-alun Kapuas sudah mempunyai satu air mancur yang dapat memancarkan air setinggi 14 meter, agar tambah cantik dan menarik dikunjungi, kami akan menambah satu air mancur ‘menari’ lagi," kata Edu Rusdi Kamtono di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Ia menjelaskan, air mancur "menari" tersebut akan dibangun di lahan eks Balai Prajurit milik Kodam XII/Tanjungpura.<br /><br />"Tahun 2012 Pemkot Pontianak kembali menganggarkan sebesar Rp3 miliar untuk menata dan memperluas lahan Taman Alun-alun Kapuas terutama di lahan eks Balai Prajurit itu," ujar Edi.<br /><br />Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan, pihaknya akan menjadikan Taman Alun-alun Kapuas Pontianak sebagai contoh kawasan tertib dan bebas sampah.<br /><br />"Kami akan menerapkan aturan tertib dan bebas sampah mulai dari Taman Alun-alun Kapuas yang terletak di Jalan Rahadi Oesman Pontianak," katanya.<br /><br />Ia menjelaskan, siapa saja yang ketahuan membuang sampah sembarang tidak pada tempatnya akan diberikan sanksi tindak pidana ringan.<br /><br />"Untuk melakukan pengawasannya, saat ini sudah kami pasang delapan kamera pengintai pada setiap sudut taman itu sehingga siapa saja yang membuang sampah atau berbuat kriminal lainnya bisa terekam sehingga bisa ditindak," ujar Sutarmijdi.<br /><br />Pemkot Pontianak saat ini sudah menyediakan pos pengamanan dan wc umum di areal Taman Alun-alun Kapuas guna memberikan rasa nyaman dan aman bagi setiap masyarakat yang mengunjungi taman yang terletak di pusat kota itu.<br /><br />Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Pontianak, belum lengkap kalau tidak berkunjung ke taman alun-alun itu, karena lokasinya yang strategis berada di tengah-tengah kota itu. Apalagi keberadaan taman itu tepat di depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Oesman dan di pinggir Sungai Kapuas Taman itu telah dilengkapi dengan "Water Front City" yang dibangun sejak tahun 1999 lalu, yang diramaikan oleh aneka jajanan, seperti bakso, kacang rebus, sate, jagung bakar dan rebus, serta makanan ringan lainnya yang banyak dijajakan pedagang di sepanjang jalan di kawasan tersebut. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















