Tanah Lahan Kantor Bupati Yang Baru Masih Sengketa

oleh

Saat ini tanah lahan pembangunan Kantor Bupati Kapuas Hulu yang baru terletak di Desa Pala Pulau Kecamatan Putusisibau masih sengketa, tanah yang berukuran 21 hektar tersebut setelah dibeli oleh Pemerintah Daerah dari Antonius dari Desa Pala Pulau ternyata diklaim dan diguguat oleh Agustinus Sawing Narang dari Desa Sibau, hingga saat ini sengketa tanah lahan Kantor Bupati tersebut dip roses melalui jalur hukum namun belum ada penyelesaiannya dan sengketa tanah lahan Kantor Bupati Kapuas Hulu yang akandibangun yang berada di Desa Pala Pulau hingga saat ini masih memanas. <p style="text-align: justify;">Menurut Informasi yang diperoleh Awalnya tanah tersebut milik beberapa orang yang berasal dari suku iban yang kemudian dijual dengan saudara Antonius Husin  yang kebutulan saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Pala Pulau, sementara itu Agus salah satu warga Desa Sibau Hulu menggugat atas kepemilikan tanah tersebut, Agus meganggap bahwa tanah yang sudah dijual dengan Antonius tersebut merupakan tanah milik dia beserta ratusan hektar tanah yang ada di sekitar lokas bakal tempat Kantor Bupati Kapuas Hulu. Penggugatan dilakukan sejak tahun 2006 s/d tahun 2008 namun baru saat ini sengeketa tersebut terus memanas.<br /><br />Ketika ditemui dikediamannya belum lama ini  Antonius mengaku bahwa dirinya telah  membeli tanah tersebut dari beberapa orang suku iban yang menggarap hutan agung  yang berada di Desa Pala Pulau, pembelian tersebutpun dilengkapi dengan sejumlah bukti surat-menyurat kedua belapihak penjual dan pembeli, da berdasarka pengakuan langsung dari beberapa orag yang menjual tanah tersebut kepada saudara Antonius.<br /> <br />“Tentu saja Saya tidak akan tinggal diam, Saya sengaja memanggil orang yang bersangkutan yang telah menjual tanahnya kepada Saya, dan  jikapun ada sengketa  ditanah tersebut Saya tentunya minta kepada aparat penegak hukum untuk segera menyelesaikannya, karena mereka ini sudah lama meningallkan kampung hanya untuk terus menerus mengurus sengketa tersebut, jika permasalahan ini dibiarkan terus menerus makan tidak menutup kemungkinan Kami dan sipemilik tanah yang menjual tanahnya kepada Saya akan menyelesaikan dengan cara Kami sendiri, dan mereka siap menurunkan massa,” tegas Antonius. <br /><br />Dijelaskan  Antonius bahwa adapun beberapa orang yang awalnya menjual tanah tersebut kepada dirinya yang ada di kediamannya yaitu Kemarao dari Desa Apan, Naka dari Mungguk, Lisa atau Jelani berasa dari Landau Ipoh, dituturkan Antonius bahwa kedatangan sejumlah pemilik tanah yang telah menjual kepada dirinya tersebut guna untuk memperjelas tentang kepemilikan tanah yang selama ini terus diklaim oleh Agus CS, sebab dengan bukti surat menyurat yang sudah Saya pegang akan lebih kuat lagi jika ada pengakuan dari pemilik tanah yang menjual kepada Saya, silahkan Agus mau berkata apa, karena sebenarnya yang menjadi dasar pertanyaan Kami adalah apa dasar Agus mengklaim tanah tersebut adalah tanah dia, dan untuk kebenarnya Kami siap dibawa kemanapun sesuai aturan yang berlaku karena.<br /><br />Selama ini Kami masih terus menunggu kejelasan hukum, jika memang aparat tidak sanggup menyelesaikan permasalah tanah ini maka beberapa orang yang awalnya memiliki tanah ini siap bertindak, karena Kami juga sudah cape dan bosan terus terusan mengurus sengketa tanah tersebut, sementara kurang lebih sebesar 21 hektar tanah di sekitar lokasi perkantora Bupati tersebut sudah di beli Pemerintah Daerah, dan yang diklaim oleh Agus CS bukan hanya yang 21 hektar tersebut tetapi ratusan hektar. <br /><br />"Dan sekarang Kami masih menunggu gimana prosesnya oleh pihak kepolisian, dan Kami tidak ingin permasalahan tersebut berlarut-larut, kasihan dengan mereka yang sudah lama meninggallkan pekerjaanya di Kampung, dan jika memang aparat tidak mampu Kami siap menyelesaikannya dengan cara Kami sendiri, massa Kami sudah siap, kapanpun diperlukan maka mereka siap datang,” tutur Antonius.<br /><br />Sementara itu Bahktiar, SP, Msi selaku Kabag Pertanahan di Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu  mengatakan bahwa Pemerintah Daerah sudah pernah memfasilitasi kedua belah pihak baik dari hasil pertemuan tersebut sengketa akan di selesaikan secara hukum dan selama belum adanya kepastian hukum yang tetap atau putusan pengadilan terhadap status tanah tersebut pembangunan Kantor Bupati tetap akan dilanjutkan. <br /><br />“Kita hanya tinggal menunggu proses hukum sengketa tanah lahan tersebut, meskipun tanah tersebut masih sengketa namun tidak menghalangi pembangunan Kantor Bupati Kapuas Hulu, untuk pembangunan tetap akan dilaksanakan di tanah tersebut, hanya saja Kita menunggu siapa sebenarnya pemilik tanah tersebut apakah pak Antonius CS atau pak Agustinus CS,” ungkap  Baktiar serius. <strong>(phs)</strong></p>