Tanah Longsor Di Sompak Menelan Korban Jiwa

oleh
oleh

Akibat diguyur hujan satu hari membuat tebing tanah jalan utama Sompak-Karangan Kabupaten Landak longsor dan menelan korban jiwa satu orang pengendara motor tewas tertimbun, satu rumah beserta harta benda tertimbun. <p style="text-align: justify;">Musibah tanah longsor terjadi di Dusun Kencok Desa Pauh Kecamatan Sompak pada 19 November 2011 sekitar pukul 16.00 wib, kata Camat Sompak Tabarudin di hubungi dari Ngabang, Senin.<br /><br />Korban meninggal dunia Ramli (30) warga Angkaras Kecamatan Menyuke, saat itu sedang lewat menggunakan sepeda motor sehingga terseret tanah dan tertimbun setinggi lebih kurang 4 meter panjang lebih kurang 30 meter.<br /><br />Korban Ramli baru bisa dievakuasi pada Minggu (20/11) pagi secara manual oleh aparat dari Koramil dan Polsek setempat. Kondisi korban sudah tidak bernyawa karena tertimbun beserta sepeda motornya.<br /><br />"Korban usai dievakuasi langsung dibawa dengan Ambulance Puskesmas Sompak. Sedangkan jalan raya yang tertimbun longsoran tanah sudah selesai dilakukan penggusuran dan sudah dapat dilalui seperti biasa," kata Tabarudin.<br /><br />Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak Wibersono L Djait membenarkan adanya musibah bencana tanah longsor yang menimbun jalan raya menghubungkan Kecamatan Sompak ke Karangan Kecamatan Mempawah Hulu.<br /><br />"Saat kejadian tanah longsor menelan korban jiwa, seorang pengendara motor yang melintas tertimbun beserta kendaraannya. Kami menerima laporan pada Minggu (20 /11) langsung ke lokasi," kata Wibersono.<br /><br />Ia mengaku, saat tim dari BPBD Landak meluncur ke lokasi bencana, korban sudah dievakuasi oleh aparat di tingkat kecamatan Sompak. Atas kejadian tanah longsor itu pihaknya sudah membuat laporan untuk disampaikan kepada Bupati Landak dan BPBD Provinsi Kalbar.<br /><br />"Tanah yang menimbun jalan antar kecamatan itu sudah dilakukan penggusuran dengan menggunakan alat berat milik salah satu perusahaan sawit di daerah setempat. Arus transportasi yang melintas jalan pasca tertimbun tanah longsor sudah berlangsung normal," tandas Wiberseno. <strong>(phs/Ant)</strong></p>