Tanam Perdana Kelapa Sawit, Masyarakat Berharap Sejahtera

oleh
oleh

Penanaman perdana kepala sawit oleh PT. Wahana Hampara Hijau (WHH) anak Cabang dari PT. Fisrt Borneo Plantations (FBP)di Desa Tanjung Intan Kecamatan Mentebah, sekitar pukul 14.30 wib, Rabu (08/02/2012). <p style="text-align: justify;">Langkah awal bagi masyarakat setempat untuk berharap bisa meningkatkan kesejahteraannya.Sedangkan untuk melakukan penanama perdana dilakukan oleh Bupati Kapuas Hulu yang kemudian disusul oleh sejumlah pejabat pemerintahan lainnya dan pihak perusahaan.<br /><br />Dalam sambutan Camat Mentebah, A.M Johan, YS mengatakan bahwa izin dari masyarakat  untuk PT. Wahana  Hamparan Hijau, awalnya hanya dari Desa Nanga Mentebah, yang kemudia ada pemekaran Desa menjadi dua yiatu Desa Nanga Mentebah dan Desa Tanjung Intan, setelah pemekaran tersebut lahan PT. Wahana Hampara Hijau tersebut lebih luas di Desa Tanjung Intan, hingga akhirnya dilakukan penanaman perdana.<br /><br />Dikatakan Johan, dengan adanya perusahaan perkebunan kepala sawit yang masuk ke Kecamatan Mentebah, masyarakat sangat berharap agar kehadiran perusahaan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masya, terakat, sebagai keseriusan masyarakat dalam mendukung masuknya investor sawit telah ditandatangai Mou di masyarakat dan pihak perusahaan, dengan harapan Mou tersebut dapat dijadikan pedoman dalam melakukan aktifitas perusahaan masyarakat, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.<br /><br />“Selain aturan dari Pemerintah, masyarakt juga sudah menandatangani MoU dengan pihak perusahaan, agar kedepan baik masyarakat dan perusahaan dapat mengacu kepada MoU tersebut, jangan sampai saling melempar bola panas, perlu koordinasi yang baik, antara masyarakat, perusahaan dan pihak pemerintah,” harapnya.<br /><br />Sedangkan Direktur Operasional PT. Firs Borneo Plantations (FBP) Wirawan Giri Putra mengatakan bahwa dengan dilakukannya penanaman perdana merupakan suatu kegembiraan baik itu perusahaan, masyarakat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, sedangkan luas wilayah perkebunan sawit PT. Wahana Hamparan Hijau di Kecamata Mentebah seluas 18.500 hektar, namun khusu di Desa Tanjung Intan luas areal kebun sekitar 13.500 hektar, selain itu lahan masyarakat yang siap  diserahkan untuk dikelola oleh PT. Wahana Hampara Hijau sekitar 4.370 hektar.<br /><br />Dijelaskannya, khusus untuk pembibitan yang siap tanam oleh PT. Firs Borneo Plantations termasuklah PT. Wahana Hampara Hijau yang berada di Kecamatan Mentabah sebanyak 12.000 hektar, namun pada Tahun 2012 ini akan ditanami 10.000 hektar  bibit kepala sawit untuk di enam lahan milik PT. Firs Borneo Plantations yang tersebar di Kapuas Hulu, termasuk yang saat ini yang ditanam di Desa Tanjung Intan, Kecamatan Mentebah.</p> <p style="text-align: justify;"><img src="../../data/foto/imagebank/20120209040435_AAE8068.JPG" alt="" width="300" height="225" /> <img src="../../data/foto/imagebank/20120209040501_6FE8247.JPG" alt="" width="300" height="225" /><br /><br />Berbeda dengan Direjen Perkebunan Gamal Nasir yang mengharapkan dengan sudah banyaknya pekebunan kepala sawit yang tersebar di seluruh Indonesia agar dapat menjadikan Indonesia nomor satu pengekspor kelapa sawit, selain itu saat ini menurut Gamal bahwa pekebunan kepala sawit di Indonesia sudah sangat berkembang pesat yang awalnya hanya dikuasai oleh perusahaan hingga Tahun 2010 dari 8,3 juta hektar 41 persen diantaranya merupakan kebun rakyat.<br /><br />“Jadi perkebunan kelapa sawit saat ini sudah pesat dan merakyat, hampir separuh saat ini masyarakat memilik kebun yang disebut kebun rakyat, dengan demikian diharapkan kehadiran perkebunan kepala sawait di Indonesia termasuk Kapuas Hulu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pintanya.<br /><br />Sementara itu Bupati Kapuas Hulu, A.M. Nasir, SH mengharapkan agar kehadiran investor di Kabupaten Kapuas Hulu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang lebih sejahtera, serta dapat membuka daerah-daerah terisolir dimana perkebunan sait itu berada, salah satunya di Desa Tanjung Intan Kecamatan Mentebah.<br /><br />Namun, Nasir selaku Bupati Kapuas Hulu meminta agar pihak perusahaan juga harus bisa menghargai hak-hak adat dan hak pribadi masyarakat, tidak hanya itu demi mencegah akan timbulnya suatu permasalahan perusahaan mesti bisa menampung masukan dan keluhan masyarakat serta perusahaan juga mesti mau mengikuti atura Pemerintah Daerah. Jangan sampai kata Nasir permasalahan seperti di Mesuji dan didaerah lainya yang mengalami masalah tidak terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu.<br /><br />“Yang lebih penting pihak perusahaan harus mau menampung keluhan dan masukan masyarakat, serta mau menerima peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah, selain itu bangunlah komunikasi yang baik, jika ada permasalahan coba diselesaikan dengan duduk satu meja, dan kebanyakan masalah ini banyak terjadi diapangan, jangan sampai tidak ada solusi untuk menyelesaikannya,” tegas Nasir.<br /><br />TIdak hanya itu, Nasir juga menekankan agar apa yang permasalahan yang terjadi seperti di Mesuji dapat dijadikan sebagai contoh dan evaluasi agar pihak perusahaan dapat melakuka koordinasi dan komunikasi yang baik, baik itu dengan masyarakat dan Pemerintah Daerah. Apabila ada permasalahan kata Nasir, mesti dilakukan penyelesaian yang baik dengan melakukan koordianasi dan duduk satu meja untuk menyelesaikan permasalahan, kuncinya perusahaan harus tahu apa yang diinginkan masyarakat dan mau menampung keluhan serta masukan.<br /><br />“Untuk itu Saya sangat mengharapkan kehadiran perusahaan ini benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat manfaatnya, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, selain itu baik itu masyarakat, perusahaan dan pemerintah harus sama-sama diuntungkan, tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>