Tanggapi Isu Film “Innocence Of Muslim” Masyarakat Jangan Terprovokasi

oleh

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu Syarul Yadi menegaskan agar isu Film “Innocence Of Muslim” yang saat ini mimbulakn gejolak di belahan Dunia untuk tidak tianggapi dengan aksi frontal. Sebab dinilai dapat menimbulkan konflik ditengah-tengah masyarakat. <p style="text-align: justify;">“Protes wajar-wajar saja, jangan sampai frontal selain menuntut hak Saya rasa masyarakat  juga harus memahami teknologi,” tegasnya saat ditemui kalimantan-news.com di ruang kerjanya, Senin (17/09/2012).<br /><br />Dijelaskannya, bahwa dalam beragama kebebasan berekpresi jangan sampai melewati garis-garis atau koridor yang bisa membuat ketersinggungan umat beragama lainnya. Untuk itu isu-isu yang saat ini sedang hagat-hangatnya terjadi di berbagai Negara jangan sampai berdampak terhadap kerukunan umat beragama di Bumi Uncak Kapuas.<br /><br />“Kita harus bisa mencegah isu-isu Nasional maupun Internasional agar tidak merusak rasa keamanan dan kekeluargaan di tengah-tengah masyarakat Kapuas Hulu, salah satu langkah yang telah dilakukan yiatu dialog kerukunan antar umat beragama seperti yang Kita lakukan. Menurut Saya sebaiknya isu-isu tersebut diselesaikakn dengan kepala dingin dan duduk satu meja, tidak perlu disertai aksi frontal,” tegasnya.<br /><br />Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir menghimbau agar masyarakat Kapuas Hulu tidak mudah terpancing dengan isu-isu tersebut. Kapuas Hulu selama ini sudah sangat-sangat aman jangan sampai hanya gara-gara hal tersebut keharmonisan Kita rusak. <br /><br />“Selama ini tidak pernah terjadi hal-hal yang diinginkan di masyarakat, meskipun berbagai macam keragaman dimasyarakat namun keharomnisan dan rasa kekeluargaan sangat-sangat kental,” ungkapnya.<br /><br />Selama ini menurut Nasir, FKUB dan sejumlah Tokoh Masyarakat dan Agama serta Pemerintah Kapuas Hulu selalu sigap dalam  mengkater isu-isu yang terjadi diluar, sehingga tidak pernah terjadi konflik ataupun kejadian yang membuat perpecahan. <br /><br />“Saya rasa selama ini Kita selalu cepat mengkanter dan meluruskan isu-isu yang dianggap atau mengancam  rusaknya kerukunan, dan Kita berharap apa yang sudah terbangun  terutama rasa kekeluargaa dan keamanan dan keharmonisan selama ini harus tetap dijaga,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>