Tebing Sungai Melawi Runtuh Akses Jalan Teuku Umar Nyaris Putus

Panas hampir sebulan dan tiba-tiba hujan deras turun mapir sehari semalam membuat tebing Sungai Melawi longsor, akses jalan Teuku Umar di Kelurahan Ladang dan Desa Baning nyaris putus. <p style="text-align: justify;">Pantauan kalimantan-news, di sepanjang Jalan Teuku Umar ada lima titik longsor yang cukup parah, dua berada di Kelurahan Ladang dan tiga berada di Desa.<br /><br />Seperti yang terlihat di depan Masjid Al Muttaqin Kelurahan Ladang Sintang, tanah yang longsor sekitar 4-5 meter, phon bungur ikut tumbang terbawa tanah yang longsor  dan menyisakan tebing sungai dengan batas jalan beraspal sekitar 5 meter. Kondisi ini sangat rawan karena diperkirakan jika hujan terus turun maka kemungkinan longsor terjadi kembali masih besar.<br /><br />“Longsornya sore kemarin (Selasa, red) dan sebelumnya juga pernah seperti ini, informasinya di daerah sini mau dibarau sebagai lanjutan dari pekerjaan barau sebelumnya, entah tahun ini jadi atau tidak kami juga kurang tahu,” kata Muallim, Ketua Pengurus Masjid Al Muttaqin Kelurahan Ladang Sintang, pada Rabu (29/06/2011) di Sintang.<br /><br />Longsor yang parah terjadi di Desa Baning sekitar Gang Bungur, dilokasi itu ada tiga titik longsor yang sudah sangat parah, bahkan beberapa bulan lalu Kapuas Post pernah menurunkan berita foto tanda-tanda kalau jalan tersebut bakal longsor jika tidak segera ditangani.<br /><br />Dilokasi itu, longsor telah memakan setengah badan jalan, padahal sebagaimana disampaikan warga, longsor tersebut sudah kesekian kalinya terjadi dilokasi yang sama dan sudah dua kali dipasang barau maupun batu beronjong.<br /><br />Jalalludin (35), warga Desa Baning ditemui dilokasi longsor mengatakan kejadian berlangsung Selasa (28/6) sekitar pukul 16.00 sore kemarin setelah sehari semalam Kota Sintang diguyur hujan deras.<br /><br />“Ketika itu terdengar bunyi keras dan getarannya terasa sampai ke rumah saya,” kata pria yang tinggal tidak jauh dari lokasi longsor tersebut.<br /><br />Warga lainnya, Dedi (25) menduga ada beberapa hal yang mengakibatkan longsor ini terus terjadi diantaranya adalah tidak adanya pembuangan air secara langsung dari kawasan lokasi sekitar Stadion Olah Raga Baning.<br /><br />“Akibatnya ketika hujan deras, air merembes dari bawah tanah menuju sungai sehingga struktur tanah menjadi labil,” jelasnya.<br /><br />Selain itu kata dia, beberapa tahun lalu memang daerah yang longsor itu adalah tempat aktivitas tambang emas di tebing sungai dan diperkirakan juga sebagai dampak dari penambangan pasir sungai yang lumayan marak beberapa tahun lalu.<br /><br />“Akibatnya alur sungai yang dalam itu berubah lebih ke pinggir mendekati tebing,” ucapnya.<br /><br />Khawatir longsor semakin besar melihat kondisi tanah yang masih labil itu, akhirnya warga membuat portal seadanya agar mobil tidak melintas di jalur yang longsor tersebut.<br /><br />“Kalau mobil lewat saja terasa getarnya apalagi tebing sungainya tegak seperti ini, khawatir kembali longsor dan mengakibatkan kecelakaan makanya mobil kami minta sementara tidak lewat jalan ini,” ucapnya. <strong>(phs)</strong></p>