Tekan Laka Lantas, Polres Gunakan Pendekatan Persuasif

oleh

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalanan. Baik yang bersifat penindakan dengan penilangan langsung terhadap bagi para pelanggar yang menyalahi aturan berlalu lintas, maupun usaha pesuasif yang dilakukan agar timbul kesadaran dari pengendara tersebut. <p style="text-align: justify;">Bagi kasat lantas polres Sanggau AKP I Chandra Kirana SIK ini, pendekatan persuasif menjadi pendekatan yang paling efektif dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Mengingat banyaknya faktor yang bisa menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas  yang dialami oleh seseorang pengendara baik faktor kelalaian maupun faktor kondisi jalan maupun cuaca.<br /><br />“Makanya pada saat digelarnya operasi simpatik yang sudah kita laksanakan dan berakhir pada 21 Juni kemarin, kita lebih fokus pada pelanggaran yang bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Seperti tidak menghidupkan lampu utama pada malam hari, tidak menggunakan helm SNI dan yang lainya karena kita nilai sangat membahayakan  baik pengendara itu sendiri maupun pengendara lain,” ungkapnya, Rabu (22/6).<br /><br />Dan dari data pelaksanaan operasi simpatik yang sudah dilaksanakan satlantas polres Sanggau dikatakan Chandra Kirana, menunjukan bahwa angka kesadaran berlalu lintas pengendara di Kabupaten Sanggau masih perlu ditingkatkan. Karena dalam kurun waktu sekitar 21 hari terjaring lebih dari 500 pengendara yang terjaring dalam operasi simpatik tersebut.<br /><br />“Sebanyak 525 pelanggaran yang kita catat selama operasi simpatik kita gelar, dengan penilangan yang kita lakukan berjumlah 54 kasus dan sisanya kita teguran agar tidak mengulangi perbuatanya. Dan dari jumlah tersebut pelanggaran paling banyak dilakukan oleh kendaraan roda dua yang mencapai 400 pelanggaran lebih,” tandasnya.<br /><br />Upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat ditegaskan Chandra Kirana, akan terus dilakukan oleh satlantas Polres Sanggau. Seperti memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah setingkat SMA dan SMP yang ada di Kabupaten Sanggau, agar tidak menggunakan kendaraan yang berpotensi membahayakan orang lain dan dirinya sendiri. <strong>(phs)</strong></p>