Tempat Mesum di Razia Subdenpom

oleh

Jajaran Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) XII/1-3 Melawi bekerja sama dengan aparat Kepolisian Polres Melawi, Kompi 642 Kapuas, Koramil Nanga Pinoh dan Satpol PP setempat menggelar razia penyakit masyarakat di sejumlah hotel dan tempat hiburan di wilayah Kota Nanga Pinoh, Sabtu malam (12/9). <p style="text-align: justify;">Razia tersebut dipimpin langsung Komandan Subdenpom XII/1-3 Melawi, Lettu Cpm D. Hutagalung, SH. Pantauan di lapangan, razia yang dimulai sekitar pukul 22.00 WIB mulai melakukan penyisiran di café remang-reman daerah jalan Sirtu dilanjutkan ketempat esek-esek Simpang Tiga (Simpati) wilayah Desa Tanjung Tengang serta kesejumlah hotel dan penginapan.<br /><br />Dalam razia tersebut tak ada yang diamankan petugas, sebab diduga razia sudah bocor sebelumnya. Sejumlah tempat yang dikunjungi seperti café remang-remang tak ada satupun yang melakukan aktifitas. Selain itu disejumlah hotel dan penginapan, petugas melakukan pemeriksaan, namun tak ada yang mengarah perbuatan penyakit masyarakat. <br /><br />Ada yang menarik dalam kegiatan razia ini dilokasi esek-esek Simpati, mengetahui kedatangan petugas, sejumlah warga yang sedang main kolok-kolok lari berhamburan kesemak-semak belukar, sehingga menyulitkan petugas untuk mengamankan para pemain kolok-kolok tersebut.<br /><br />Ditemui usai gelar razia itu, Dansubdenpom XII/1-3 Melawi, Lettu Cpm D. Hutagalung mengatakan, razia ini digelar selain untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, juga sebagai langkah pencegahan bagi anggota TNI agar tidak berada di tempat-tempat hiburan dan perjudian.<br /><br />"Selain masyarakat, kita juga merazia anggota TNI, karena sesuai dengan aturan setiap anggota TNI dilarang keras untuk berada di tempat-tempat hiburan, baik itu kafe maupun tempat-tempat hiburan lainnya.  Razia ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Ke 70 hari TNI tahun 2015 diwilayah Korem 121/ABW tahun 2015,” ujar Hutagalung.<br /><br />Hutagalung menambahkan, sasaran razia ini antara lain untuk memantau dan memproses anggota TNI yang melakukan pelanggaran seperti kelengkapan diri, keluar markas tanpa izin, tidak memakai kelengkapan kendaraan, atau tidak menggunakan kelengkapan atribut.n“Ini adalah program yang senantiasa kami lakukan secara internal. (KN)</p>