Temuan Penderita Gizi Buruk Banjarmasin Meningkat

oleh

Temuan penderita gizi buruk di wilayah kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tahun 2013 ini menunjukan adanya kecenderungan peningkatan. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinkes Banjarmasin, drg Diah R Praswati kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa menyebutkan Balita dengan gizi buruk sampai dengan bulan September 2013 tercatat sebanyak 38 kasus baru.<br /><br />Sedangkan jumlah Balita dengan gizi kurang sebanyak 197 kasus baru, penemuan kasus gizi ini pun tak terlepas dari peran serta kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyando) Ketua Rukun tetangga (RT), lurah dan terutama camat selaku pemangku wilayah, kata Diah.<br /><br />Menurutnya penemuan penderita masalah gizi tersebut membuat petugas kesehatan harus bekerja giat lagi untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat, karena dengan ketidak mengertian maka masyarakat kurang memperhatikan masalah gizi buruk tersebut.<br /><br />Walaupun masalah gizi buruk tersebut melanda masyarakat miskin, tetapi bukan berarti masalah gizi tidak terhiraukan, masalahnya seorang ayah miskin yang memiliki anak Balita lebih mementingkan beli rokok ketimbang harus membelikan asupan gizi kepada anak-anaknya.<br /><br />Kendati demikian Dinkes Banjarmasin tetap melakukan penanganan terhadap Balita gizi kurang baik tersebut, umpamanya pelacakan pertama ditemukan balita rawat inap di rumah sakit sebanyak lima orang dan 8 orang lagi di TFC yang kemudian ditangani dengan memberikan suplemen taburia untuk Balita dibawah garis merah.<br /><br />Apalagi saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang sekarang lagi dirayakan tersebut diminta kesemuapetugas kesehatan setempat untuk lebih giat lagi memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat, khususnya bila menemukan kasus gizi kurang baik,katanya.<br /><br />Mengenai kegiatan (HKN) disebutkannya diadakan berbagai kegiatan antaranya lomba cerdas cermat, lomba senam lansia, lomba ibu hamil sehat, lomba foto kesehatan, lomba penyuluhan antar perguruan tinggi, lomba masak ikan haruan (gabus), serta kunjungan ke panti asuhan. <strong>(das/ant)</strong></p>