Terapkan MBS, USAID Bina 20 Sekolah

oleh

Dalam penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di sekolah team Kinerja-USAID akan melakukan langkah pendampingan yang didahului dengan sosialisasi ke 20 sekolah yang menjadi sasaran pendampingan. <p style="text-align: justify;">Direktur Pelaksana Program Kinerja, Elke Rapp mengungkapkan pendidikan merupakan tanggungjawab semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan orangtua. Demikian juga tentang pendanaannya. <br /><br />Pemerintah telah berupaya memenuhi kewajibannya dengan mengalokasikan dana pendidikan, misalnya melalui BOS, APBD dan sebagainya. Namun seringkali dana dari pemerintah tersebut belum mencukupi untuk menjalankan proses belajar mengajar yang diharapkan. <br /><br />Masyarakat dan orang tua murid bisa berperan dalam pendanaan sekolah.Upaya-upaya penggalangan dana, selama itu digunakan secara transparan, akuntabel dan demokratis, akan sangat berperan dalam peningkatan mutu pendidikan. <br /><br />“Agar MBS tersebut dapat berjalan dengan baik, maka langkah kita adalah menguatan terhadap Komite Sekolah, dengan kepedualian masyarakat maka semua masalah sekolahdiharapkan dapat terselesaikan,” jelas Elke Rapp didampingi Direktur USAID Indonesia, yang diwakili oleh Luthfi Azhari.<br /><br />Agar proses pendampingan dapat berjalan dengan baik, Elke Rapp berharap dukungan sepenuhnya dari pihak sekolah sehingga penerapan MBS di sekolah yang menjadi mitra Kinerja-USAID berjalan dengan baik dapat menjadi contoh oleh sekolah-sekolah yang lainnya di Kabupaten Melawi. Dengan demikian, peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Melawi kian tahun terus meningkat. <br />“Dalam pelaksanaan program Kinerja-USAID, kita mendapat dukungan dari pihak Pemkab Melawi, ini modal yang baik dalam kerja sama program ini. Dengan begitu tujuan program tercapai secara optimal,” ujar Elke. <br /><br />Untuk memastikan sekolah penerima pendampingan penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Elke Rapp dan Luthfi Azhari melakukan kunjungan pada dua sekolah yaitu SDN 01 Nanga Pinoh menjadi sasaran pertama, kemudian dilanjutkan SMPN 01 Belimbing.<br /><br />Dari hasil kunjugngan ke dua tersebut, kepala sekolah belum memahami betul tentang MBS, meskipun pada dasarnya mereka sudah memulai kegiatan-kegiatan sekolah yang berkenaan dengan MBS. Agar sekolah tujuan mendapat memahami yan utuh, dalam kesempatan itu team Program Kinerja-USAID memaparkan tentang MBS dan apa yang harus dilakukan pihak sekolah untuk mendukung dukungan program MBS. <br /><br />Dijelaskan untuk mewujudkan amanat Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003: Pasal 51, menyatakan Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah. Pada hakekat MBS meliputi partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas, untuk mengawal dunia pendidikan kearah peningkatan kualitas yang lebih baik.<strong> (phs)</strong></p>