Terdaftar di TNP2K, Bisa Pasang 540 VA dan 900 VA

oleh
oleh

Pemasangan listrik baru saat ini tidak lagi yang diberlakukan secara umum saat ini hanya yang 1300 VA. Sementara untuk yang 450 dan 900 VA, tidak lagi diberikan secara umum. Hal tersebut sesuai dengan yang ditetapkan Pemerintah, bahwa penyaluran listrik kepada rumah tangga dengan tarif bersubsidi hanya diperuntukan bagi rumah tangga miskin dan rentan miskin yang terdapat pada data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). <p style="text-align: justify;">“Jadi yang bersubsidi seperti 450 dan 900 Va, tidak lagi bisa dipasang secara umum. Hanya masyarakat yang tidak mampu dan terdaftar di data TNP2K sajalah yang bisa mendapatkannya. Sementara untuk pemasangan baru, yang tidak terdaftar pada data TNP2K, maka tidak bisa mendapatkan yang bersubsidi, hanya yang 1300 VA saja,” kata Kepala PLN Rayon Nanga Pinoh, Akhmadin, saat ditemui di ruangan kerjanya, kemarin. <br /><br />Layanan Penyambungan Baru dan Perubahan Daya (PB/PD) untuk konsumen rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA hanya dapat diproses apabila menyertakan fotokopi salah satu dari dokumen yang diterbitkan oleh pemerintah yakni Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Perlindungan Sosial (KPS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pinta (KIP), dan Surat Keterangan dari TNP2K yang menyatakan bahwa rumah tangga tersebut termasuk dalam kategori miskin dan rentan miskin.<br /><br />Namun bagi konsumen rumah tangga yang selama ini sudah dilayani namun tidak memiliki salah satu dari dokumen yang diterbitkan oleh pemerintah di atas, atau tidak termasuk sebagai rumah tangga miskin dan rentan miskin sesuai data TNP2K, maka per 1 Januari 2016 tidak lagi diperlakukan sebagai konsumen dengan tariff bersubsidi. <br /><br />“Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kepala Desa tidak lagi dapat menjadi dasar persetujuan pemberian sambungan rumah tangga dengan daya 450 VA atau 900 VA dengan tarif bersubsidi. Itu bukan kebijakan kami, tapi itu kebijakan pemerintah pusat yang mengatur semuanya. Sehingga, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menjalankan aturan yang ada,” paparnya.<br /><br />Terkait TNP2K sendiri, Akhmadin mengaku tidak tau dimana lokasinya dan jika masyarakat ingin melihat terdaftar atau tidak di data TNP2K tersebut harus kemana, pihak PLN Rayon Nanga Pinoh tidak mengetahuinya. <br /><br />“Kami hanya disosialisasikan tentang aturan bahwa tidak boleh lagi pemasangan baru 450 dan 900 VA tanpa syarat-syarat yang ada tadi. Sementara untuk melihat dan mendaftar agar bisa masuk ke dalam data TNP2K, kami tidak diberi tahukan. Bahkan kami tidak tau dimana letak kantor TNP2K,” ucapnya.<br /><br />Akhmadin mengatakan, program tersebut sebagaimana yang disosialisasikan kepada pihaknya, yakni suatu solusi agar penyaluran subsidi yang tepat sasaran. Sehingga  pemaang baru yang dinilai tidak mampu benar-benar bisa merasakan subsidi, dan yang mampu tidak bisa lagi mendapatkannya. <br /><br />“Nah, terkait data yang tidak mampu yang terdata di TNP2K, saya juga tidak tau dari mana, dan dimana melihatnya,” pungkasnya. (KN)</p>