Terkait Asap, Pengurus AMAN Sintang Angkat Bicara

oleh

Setiap ada kabut asap yang tebal pada musim kemarau, selalu masyarakat yang cara berladang berpindahlah yang menjadi sorotan publik. <p style="text-align: justify;">Pada hal dari jaman nenek moyang dahulu ketika berladang selaku membakar ladangnya dengan cara modern.<br /><br />Melihat masyarakat adat selalu di pojokan oleh publik,   pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Sintang, Kanisius Daniel Banai yang juga Anggota DPRD Kabupaten Sintang angkat bicara.<br /><br />Menurut Daniel, masyarakat adat dari dahulu hingga sekarang kalau berladang memang dengan cara dibakar. Kalau tidak dibakar dengan cara apa lagi mereka menyingkirkan semak-semak dan kayu yang sudah mereka tebang, tanya Daniel.<br /><br />“Kita tidak boleh menyalahkan masyarakat yang berladang dengan cara membakar ladangnya, karena hingga hari ini, peralatan yang pemerintah siapkan untuk masyarakat tidak membakar ladangnya tidak ada” jelas Daniel.<br /><br />Namun demikian, menurut mantan tenaga kesehatan ini, masyarakat yang berladang juga harus memperhatikan ladangnya yang mau dia bakar, jangan sampai ketika membakar ladangnya , hutan disekitarnya juga ikut terbakar, dan itu sudah jelas-jelas salah, terangnya.<br /><br />Terkait dengan adanya pernyataan dari pihak yang terkait yang mengakatan oknum yang membakar ladangnya atau lahannya dengan sengaja, akan di tindak tegas itu sudah melenceng dari hukum adat, pungakas Daniel. (KN)</p>