Menanggapi kisruh antara Fron Pembela Islam (FPI) dengan Anak Asrama Pangsuma Pontianak, Ketua FPI Kabupaten Kapuas Hulu, Zainudin, SKM, M.Kes menghimbau agar seluruh masyarakat Kapuas Hulu dan masyarakat se-Kalimantan Barat pada umumnya untuk tidak terprovokasi dengan masalah tersebut, dan tetap menjaga rasa keamanan, ketertiban bahkan rasa kekeluargaan selama ini yang sudah terbina dengan baik. <p style="text-align: justify;">“Jangan sampai gara-gara masalah sepele dengan mudahnya masyarakat terpancing, sehingga terjadi keributan, sebaiknya Kita mencari solusi yang baik dan menyikapi persoalan tersebut dengan penuh kerifan serta bijaksana, dan tentunya dengan kepala dingin,” ungkapnya ketika dikonfirmasi kalimantan-news.com, Kamis (15/03-2012). <br /><br />Dikatakan Zainudin, bahwa di dunia ini tidak ada persoalan yang tidak ada jalan keluarnya, hanya saja menurutnya harus diselesaikan dengan bijaksana dan pemahaman satu dengan yang lainnya, jangan sampai ada masalah baru yang terjadi. <br /><br />"Ada baiknya duduk satu meja untuk memcahkan persoalan da tentunya harus saling menghargai satu dengan yang lainnya,"katanya. <br /><br />Dijelaskannya lagi bahwa didalam ADRT dan ketentuan yang ada di FPI tidak ada satu kalimatpun yang mengajarkan atau yang memperbolehkan untuk berbuat secara anarkis da bertentangan dengan ajaran Agama serta hukum yang berlaku. Namun terkadang ada oknum-oknum tertentu yang sengaja mengatasnamakan FPI untuk kepentingan, padahal itu hanyalah perbuatan Oknum-oknum tertentu yang hanya ingin merusak keharomonisan ditengah perbedaan.<br /> <br />“FPI sendiri mengakui adanya perbedaan ditengah-tengah masyarakat, tetapi FPI tidak pernah ingin mempermasalahkan perbedaan tersebut, ajaran Agama sekalipun mengakui perbedaan, tetapi tidak ada satu Agama pun yang mengajarkan untuk saling menghujat,” jelasnya. <br /><br />Terkait kejadian yang terjadi di Kota Pontianak, hendaknya kata Zainudin dapat disikapi dengan penuh keraifan dan bijaksana, peran tokoh masyarakat, tokoh adat bahkan tokoh agama sangat penting, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. <br /><br />“Mari sama-sama Kita menjaga rasa keamanan serta kenyamanan di Kalimantan Barat ini, jangan Kita persoalkan perbedaan, bhenika tunggal ika itulah semboyan bangsa Kita, berbeda-beda tetapi tetap satu,selain itu yang harus tetap kita jaga yiatu rasa kekeluargaan,” tandasnya. <strong>(phs)</strong></p>


















