Terkait Sengketa Lahan, Antara Masyarakat Dengan PT WPP

oleh

Menanggapi permasalahan lahan antara masyarakat versus perusahaan sawit PT. WPP yang difasilitasi Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Dedai, Simon Sugianto, Wakil Ketua DAD Kecamatan Dedai, menilai keputusan adat yang ditujukan pada perusahaan merupakan murni keputusan masyarakat yang menuntut hak mereka. <p style="text-align: justify;">“Sebenarnya kalau berbicara putusan hukum adat sendiri, saya kurang paham. Sebab untuk memutuskan itu semua, sudah ada ranahnya masing-masing dalam kepengurusan. Namun saya yakin itu merupakan permintaan masyarakat yang menuntut hak mereka, sehingga keluarlah keputusan adat tersebut sesuai dengan tuntutan masyarakat,” jelas dia, pada Selasa (27/09/2011) dikantor WPP.<br /><br />Simon mengakui pihaknya memang dipinta masyarakat Langsat untuk memfasilitasi permasalahan lahan yang dikelola PT WPP. Sehingga pihaknya berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut, dengan melakukan musyawarah dengan pihak perusahaan. Namun pihak perusahaan keberatan untuk menerima keputusan yang dihasilkan dewan adat tersebut.<br /><br />“Pada prinsipnya, kita berusaha untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun sepertinya tidak ada titik terang dari perusahaan, sehingga masyarakat melimpahkan kepada Dewan Adat. Akan tetapi perusahaan sepertinya tidak bisa menerima keputusan tersebut. Padahal itu murni Keputusan dewan berdasarkan hukum adat yang berlaku, sebab kalau tidak memutuskan karena hukum adat itu tidak mungkin,” jelas dia.<strong>(*)</strong></p>