Terminal Peti Kemas Samarinda Belum Beri Keuntungan

oleh

Terminal peti kemas Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur, sejak beroperasi 29 September 2010 hingga saat ini belum memberikan keuntungan. <p style="text-align: justify;">"Berdasarkan perjanjian Pemkot Samarinda mendapat jatah bagi hasil 26,5 persen dari laba pengoperasian, namun hasil itu belum diterima karena laporan belum memperoleh keuntungan," kata Asisten II Pemkot Samarinda H Zulfakar di Samarinda, Jumat.<br /><br />Dikatakan, PT Pelabuhan Samudera Palaran (PSP) Samarinda selaku perusahaan konsorsium PT Samudera Indonesia-PT Pelindo IV-Pemkot Samarinda, hingga sekarang mengaku masih merugi.<br /><br />Hal ini disebabkan antara lain, karena belum memaksimalkan kapasitas bongkar muat yang tersedia, pasalnya untuk rute Surabaya belum dibuka di PTP Palaran karena masih dilakukan di Pelabuhan Samarinda.<br /><br />Hingga 31 Desember 2010 lanjutnya, telah dilakukan bongkar muat sebanyak 144 kapal dengan volume peti kemas 29.680 TEus.<br /><br />Volume ini jauh di atas budget (134.893 TEus) karena mundurnya pengoperasian yang direncanakan Maret, namun baru terealisasi akhir Mei 2010, sedangkan rute Jakarta-Samarinda masuk penuh baru Oktober 2010.<br /><br />Menurutnya, dengan belum dibukanya rute Surabaya, maka diprediksi tahun ini PT PSP Samarinda masih mengalami kerugian, bahkan ada kemungkinan kerugiannya lebih besar dari 2010.<br /><br />Dengan belum dibukanya rute Surabaya, pihaknya kehilangan potensi kapasitas bongkar muat sebanyak 60 persen, pasalnya rute Jakarta hanya 40 persen. Sementara PTP harus mengeluarkan biaya operasional termasuk utang dan biaya bunga.<br /><br />Ditambahkannya, pemindahan rute Surabaya dari Pelabuhan Samarinda ke TPK Palaran belum direalisasikan karena permasalahan akses jalan provinsi yang menghubungkan Samarinda-Palaran sepanjang 17 km belum berfungsi baik.<br /><br />Ruas jalan dalam kondisi rusak 12 km atau 70 persen dan yang telah diperbaiki 4 km dengan rigid pavement dan perbaikan on the spot, sedangkan yang belum diperbaiki 8 km dan yang rusak parah 4 km.<br /><br />"Rute Surabaya harus dibuka mengingat kondisi saat ini yang merugi. Daripada bertahan tidak membuka, maka akan mempengaruhi performa keuangan PT PSP yang terancam kesulitan cash flow (arus kas perusahaan)," kata kata Zulfakar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>