Terry: Pertumbuhan Gereja Saat Ini Dihadapkan Oleh Tantangan Yang Besar

oleh
terry Ibrahim

SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang telah mencanangkan upaya mewujudkan masyarakat yang cerdas khususnya bagi generasi muda. Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum, Marchues Afen ketika membuka acara pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) se-paroki Santo Paulus di Tuguk Kecamatan Kayan Hilir, Selasa (3/7).

“Generasi muda merupakam pemegang estafet pembangunan berikutnya. Untuk itu, perlu adanya upaya lebih dalam mencerdaskan generasi muda sehingga mampu menjawab tantangan kehidupan terlebih lagi pada era globalisasi seperti ini,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Afen, tantangan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya anak muda sangat komplek salah satunya adalah pergaulan bebas yang memberikan dampak negatif bagi kehidupan sosial masyarakat.

“Banyaknya tantangan seperti bahaya narkoba, negative impact dari teknologi informasi menjadi bahaya yang sangat mengancam. Dengan demikian, berbagai kegiatan positif termasuk kegiatan kerohanian diharapkan mampu membentengi generasi muda dari hal-hal negatif,” ucapnya.

Panitia kegiatan, Rafael Totat mengungkapkan kegiatan ini melibatkan hampir 1000 kaum muda katolik dari 30 Desa yang berpartisipasi.

“Kita minta perwakilan mereka minimal 25 orang setiap stasi. Ini sudah kali keempat yang kita lakukan setiap dua tahun, sebelumnya kegiatan ini kita gelar di Desa Paoh,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Terry Ibrahim mengatakan pertumbuhan gereja saat ini dihadapkan oleh tantangan yang besar.

“Adanya kegiatan keimanan seperti ini merupakan salah satu upaya menjaga tantangan di era globalisasi sehingga generasi muda mampu menjalani kehidupan yang modern namun tidak lepas dari kontrol dari keimanan,” tuturnya.

Untuk itu, Politisi Partas Nasdem ini mengapresiasi adanya kegiatan OMK. Beliau berpesan agar peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan serius.

“Inilah angkatan muda katolik yang menjadi harapan gereja dimasa depan. Saya harap peserta mampu mengikuti kegiatan ini dengan baik dan serius sehingga apa yang disampaikan dapat diserap, dipahami dan nantinya diaplikasikan di kehidupan,” tukasnya. (Hms)