Tersangka UJ Tidak Hadiri Panggilan Polda Kalbar

oleh
oleh

Tersangka UJ anggota DPR RI dugaan korupsi dana bantuan sosial tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun anggaran 2006-2008, Rabu, tidak menghadiri panggilan pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar. <p style="text-align: justify;">"Hari ini, sesuai jadwal harusnya tersangka UJ hadir dalam agenda pemeriksaan, tetapi dia tidak hadir dengan alasan sedang menjalani pemeriksaan sakit jantung di Rumah Sakit Medistra di Jakarta," kata Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Kombes (Pol) Widodo di Pontianak, Kamis.<br /><br />Widodo menjelaskan pihaknya sudah melakukan pemanggilan secara terpisah kepada kedua tersangka itu, yakni tersangka UJ dipanggil hari ini mulai pukul 09.00 WIB, sementara tersangka Zul, Kamis besok (26/2) pada waktu yang sama.<br /><br />Dasar pemanggilan terhadap kedua tersangka UJ dan Zul anggota DPR RI dalam dugaan korupsi dana bantuan sosial tingkat provinsi tahun anggaran 2006-2008, yakni pasal 245 (3) KUHP poin B dan C, yang menyangkut ancaman hukuman maksimal seumur hidup, sementara poin C, menyangkut tindak pidana khusus, sehingga tidak perlu izin kepada DPR.<br /><br />"Tetapi sesuai petunjuk dari DPR RI, harus ada izin, dan kami tindak lanjuti juga dengan izin pemanggilan dan sudah mendapat tanggapan dari DPR RI," ujarnya.<br /><br />Untuk pemanggilan terhadap tersangka UJ hari ini, yang datang hanya tiga tim penasihat hukumnya, yang diketuai oleh Tobias Ranggi, Budi, dan Dewi. "Tersangka berjanji akan kooperatif dalam hal ini, dan berjanji akan datang, Senin (2/3) mendatang," kata Widodo.<br /><br />Dalam kesempatan itu, widodo menyatakan kalau Senin mendatang tersangka UJ juga tidak datang, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan kedua. Kedua tersangka sudah dilakukan pencekalan untuk ke luar negeri.<br /><br />Berdasarkan perhitungan kerugian negara dari BPK RI, nilai kerugian untuk bantuan sosial tersebut berkisar Rp5 miliar. "Kalau dirangkai dengan kerugian negara untuk KONI Kalbar, nilainya menjadi sekitar Rp20 miliar," kata Widodo.<br /><br />Sementara itu, Penasihat Hukum tersangka UJ, Tobias Ranggi menyatakan kliennya hari ini belum bisa memberikan keterangan, karena sedang menjalani pemeriksaan sakit jantung di Rumah Sakit Medistra di Jakarta.<br /><br />"Hari ini kami datang untuk memberikan surat permohonan ketidakhadiran atas pemanggilan pemeriksaan dari tim Ditreskrimsus Polda Kalbar, dan UJ juga berjanji akan kooperatif dan menghormati hukum yang berlaku," katanya.<br /><br />Dia menyatakan, pihaknya paling lambat, Kamis besok (26/2) akan mengirimkan langsung surat keterangan dari dokter.<br /><br />Tobis menambahkan kali ini adalah pemanggilan yang pertama terhadap kliennya UJ. "Kami juga tidak akan melakukan praperadilan karena setelah dipelajari tidak ada permasalahan terhadap penetapan tersangka terhadap klien kami UJ," ujaranya.<br /><br />Pihaknya akan memfokuskan pada upaya-upaya pembelaan hukum terhadap kliennya, baik ditingkat penyidikan, maupun disemua tingkat pemeriksaan di tingkat pengadilan, katanya.<br /><br />Kasus Bansos KONI Kalbar bermula dari hasil audit reguler yang dilakukan BPK Perwakilan Kalbar terhadap laporan keuangan Pemprov tahun anggaran 2008, termasuk dana Bansos tahun 2006 hingga tahun 2008.<br /><br />BPK memutuskan tidak menyatakan pendapat alias disclaimer opinion (DO) karena tidak meyakini beberapa kelompok penggunaan anggaran, diantaranya penggunaan dana Bansos untuk KONI.<br /><br />BPK Perwakilan Kalbar juga telah membentuk tim Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) dan hasilnya mengindikasikan adanya kerugian negara berupa empat penggunaan bansos bermasalah, yakni temuan dana Bansos untuk KONI Kalbar dan Dewan Pembina Fakultas Kedokteran Untan, yang digunakan untuk menalangi pinjaman pimpinan dan beberapa anggota DPRD Kalbar kepada Sekretariat Daerah sebesar Rp10,07 miliar.<br /><br />Kemudian pengeluaran keuangan KONI Kalbar oleh wakil bendahara KONI kepada Satgas Pra-PON sebesar Rp1,368 miliar yang tidak dipertanggungjawabkan.<br /><br />Selanjutnya ada pengeluaran keuangan KONI Kalbar oleh wakil bendahara KONI Kalbar kepada Satgas Pelatda PON XVII sebesar Rp8,59 miliar, serta adanya ketekoran kas KONI Kalbar tahun 2009 yang terindikasi kerugian daerah sebesar Rp2,114 miliar. (das/ant)</p>