Tetapkan Status Siaga Karhutla, Bupati Sintang Harap Jaga Kawasan Hutan

oleh
Bupati dan Wakil Bupati Sintang

SINTANG, KN – Pemerintah Kabupaten Sintang, mengantisipasi dini potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat musim kemarau.

Di hari pertama tugasnya sebagai bupati sintang periode kedua, Jarot Winarno langsung meneken penetapan status siaga darurat bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sintang, tahun 2021.

Keputusan penetapan siaga darurat berdasarkan surat dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteoroli Susilo Sintang, pada 22 Februari 2021 lalu, perihal analisa kondisi cuaca dan perkiraan curan hujan Februari sampai dengan Mei 2021.

Status siaga darurat bencana kabut asap akibat Karhutla berlaku sejak tanggal 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Desember 2021.

Jarot mengingatkan seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Sintang, untuk menjaga ratusan ribu hektare kawasan hutan agar tidak terbakar di musim kemarau.

“Ada 850 ribu hektare di kawasan hutan, dan 65 ribu hektare di kawasan APL, kita jaga semuanya,” pintanya.

Pemerintah kata Jarot, sangat mengakomodir kearifan lokal peladang dengan memperbolehkan membuka ladang dengan cara bakar. Hal tersebut diperkuat dengan adannya peraturan bupati.

Dalam aturan tersebut, peladang diperbolehkan bercocok tanam dengan cara membakar, dalam jumlah terbatas dan terkendali, untuk komoditas lokal. Namun, apabila ada lahan dibakar untuk ditanami sawit, pemerintah kata Jarot, tidak akan memberikan toleransi, termasuk korporasi.

“Kita menghargai kearifan lokal. Tetap kita tidak ada kriminalisasi terhadap peladang,” jelasnya. Peladang jangan sampai kita kriminalisasi. Kalau dia bakar ladang untuk sawit, tangkap. Ndak boleh, dia hanya boleh untuk komoditas lokal, padi lokal, silakan. Kalau korporasi melakukan pembakaran, tangkap,” pintanya.

Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto mengajak seluruh intansi terkait untuk bersama-sama mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (Karhutla).

Selain itu, Sudiyanto juga meminta agar para camat dan kades proaktif dalam mengantisipasi potensi Karhutla di Kabupaten Sintang. “ Saya minta tolong para camat lebih pro aktif,” pintanya. (GS)