Tiang Gedung Pasar Seni Anjlok 30 CM

Hampir lima tahun tak difungsikan sejak dibangun di tahun 2008 lalu, gedung pasar seni di Jln.PKP Mujahidin Sintang telah mengalami kerusakan disana – sini. <p style="text-align: justify;">Selain kerusakan pada hampir semua bangunan gedung, tiang utama bagian depan gedung juga anjlok hingga hampir 30 cm. Kondisi itu tentu saja menyebabkan gedung menjadi miring ke depan dan sejumlah bagian dalam gedung mengalami retak dan hancur. <br /><br />“Penurunan tiang memang nampak, rata-rata antara 10-15 cm, tapi ada beberapa bagian yang nampaknya turun sampai 30 cm. Jadi sebelum difungsikan pada Desember nanti, memang harus dilakukan renovasi dulu,”ungkap Kabid perdagangan dan pasar Disperindagkop Sintang H.Junaidi saat melakukan pengecekan kondisi gedung pasar seni.<br /> <br />Di gedung pasar seni tersebut rencananya akan dipajang sejumlah etalase untuk memamerkan produk tradisional Sintang. Termasuk alat dan proses pembuatan tenun ikat yang khas Sintang. <br /><br />Namun rencana itu tak bisa kunjung direalisasikan, lantaran sejumlah persoalan yang terjadi pada proses pembangunan gedung tersebut. Termasuk kondisi gedung yang saat ini mengalami kerusakan. Kabel listrik yang telah terpasang di semua titik bangunan tersebut, kini habis tak bersisa. <br /><br />Diduga ada oknum anggota masyarakat yang tidak bertanggungjawab dan jahil mengambil kabel yang telah terpasang. Besi-besi penyangga jendela juga tercabut dan lenyap787 dari tempatnya, hingga jendela akan bergerak sendiri saat tertiup angin. Sejumlah bagian lantai gedung yang terbuat dari papan jenis kayu rengas juga terlihat lapuk. <br /><br />Kayu pegangan pada tangga masuk dari sebelah kanan dan sebelah kiri gedung juga terlepas dari dinding kayu, sehingga dikhawatirkan akan terjatuh saat dipegang. <br /><br />“Kondisi gedung ini menjadi mereng, karena proses penimbunan yang dilakukan di tahun 2011 lalu,”tambah Mahadum Marikan, kabid perindustrian yang juga melakukan peninjauan langsung kondisi pasar seni dan galeri seni.<br /><br />Dijelaskannya pula bahwa  penimbunan dilakukan setelah dilakukan pembangunan galeri seni yang tepat berada di sebelah gedung pasar seni. Lantaran kondisi lahan yang rawan tergenang air, maka dilakukanlah penimbunan. Dana yang dikucurkan untuk penimbunan halaman pasar dan galeri seni tersebut nilainya mencapai Rp 2 miliar lebih. “Termasuk pembuatan WC dan pagar di depan,”tambahnya. <br /><br />Lantaran mendesak untuk difungsikan, maka pihak Disperindagkop telah merencanakan mengajukan penambahan dana pada APBD 2013 untuk renovasi gedung pasar seni tersebut. Jumlah anggaran yang diajukan nilainya kurang lebih Rp 120 juta. <br /><br />Gedung pasar seni dibangun pada tahun 2008 dengan anggaran sebesar kurang lebih Rp 200 juta. Info yang berhasil dihimpun wartawan, pembangunan gedung tersebut bermasalah dan ada temuan khusus oleh BPK. Atas temuan tersebut, rekanan Disperindagkop dan UKM Sintang telah diminta melakukan pengembalian sejumlah dana ke kas daerah. <br /><br />Begitu juga dengan penimbunan halaman gedung pasar dan galeri seni, ditambah dengan WC dan pagar, rekanan Disperindagkop juga diminta melakukan penggembalian dana senilai kurang lebih Rp 200 juga karena ada temuan dari BPK saat dilakukan audit. <br /><br />Patut pula menjadi sebuah pertanyaan, penimbunan yang dilakukan oleh dinas kebersihan, pertamanan dan kebakaran (DKPK) untuk taman kota di sekitar tugu BI saja hanya mendapatkan alokasi dana sebesar kurang lebih Rp 1,3 miliar. Sementara untuk halaman gedung galeri dan pasar seni alokasi anggaranya mencapai Rp 2 miliar lebih. <br /><br />Padahal lahan yang harus ditimbun oleh DKPK lebih luas dibandingkan dengan lahan yang ditimbun di depan halaman dua gedung tersebut. Sementara gedung galeri seni yang tepat berada di sebelah gedung pasar seni dibangun dengan alokasi dana kurang lebih Rp 300 juta  di tahun 2009 lalu. <strong&gt;(ast)</strong></p>