Tidak Mengantongi AMDAL, IPK dan IUP, Masyarakat, DAD Kecamatan Serta dan GDN Sintang Tolak Kehadiran PT. LJA di Serawai

oleh

SINTANG, KN – Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang menolak sepenuhnya permohonan ijin lingkungan atau AMDAL oleh PT. Lingga Jati Almansurin (LJA).

Ketua DAD Serawai, Nico. S. Ahong, melalui rilisnya mengatakan PT. LJA mendapatkan lokasi dari pemerintah pada tanggal 3 Februari 2020 dalam ijin itu disebutkan oleh pemerintah bahwa yang boleh dilakukan hanyalah, pertama melakukan perolehan lahan dan kedua wajib mentaati peraturan perundangan yang berlaku, namun dalam kenyataannya sesuai pengecekan yang dilakukan oleh Dewan Adat Dayak Kecamatan Serawai, perusahaan telah membuka kantor PT LJA dengan menyewa rumah milik Mahyudin yang berlokasi di depan Kantor Desa Tanjung Raya sejak awal bulan Januari 2020.

Selain itu kata Ahong, PT LJA membuka kantor mengunakan genset yang tidak mengantongi ijin dan memakai minyak solar ilegal, maka perusahaan tersebut sudah 10 bulan menggunakan BBM bersubsidi, ini jelas pelanggaran hukum dan merugikan negara.

Selanjutnya kata Ahong, sejak bulan Januari 2020, perusahaan tersebut telah memperkerjakan karyawan tanpa mendaftarkan ke Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sintang, sehingga saat ini para karyawan tidak didaftarkan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan sesuai dengan UU Ketenagakerjaan.

“Akibat dari tidak terdaftarnya karyawan di BPJS maka jika ada karyawan yang sakit atau keluarganya sakit atau mengalami kecelakaan kerja tidak ditanggung oleh perusaaan” jelas Ahong.

Selain tidak mendaftarkan karyawannya di BPJS Ketenagakerjaan, perusahan juga tidak mengumumkan kebutuhan karyawan secara terbuka kepada masyarakat dan ini sudah melukai hati masyarakat Desa Tanjung Raya khususnya Kecamatan Serawai umumnya, kata Ahong.

Sementara itu, Ketua Gerakan Dayak Nasional Kabupaten Sintang, Robertus Jamin yang juga putra Desa Tanjung Raya sangat menyayangkan sikap yang dilakukan oleh PT LJA yang tidak menjalankan aturan.

“Saya sebagai putra daerah dan juga Ketua Gerakan Dayak Nasional Kabupaten Sintang sangat menyayangkan sikap dan prilaku perusahaan di lapangan” ucap pria yang akrap di Sapa Jamin.

Jamin menjelaskan dengan mengantongi ijin lokasi PT. LJA telah menggusur tanah untuk dijadikan darmaga di sebelah kanan mudik Melawi dan sebelah kiri mudik sungai Serawai. menumbangkan pohon pohon besar, mendoser tanah untuk dijadikan jalan ribuan meter dari daemaga ke pembibitan di daerah Melona. menggusur tanah, menumbangkan pohon, mengangkut kayu hasil tebangan illegal, menggunakan kayu hasil tebangan illegal untuk dijadikan Cam karyawan yang saat ini sudah melakukan operasional.

selain itu menggusur tanah ribuan meter, menumbangkan pohon-pohon besar dengan alat berat untuk membuat batas antara lahan yang sudah di bayar dengan yang belum di bayar.

“Semua kegiatan penggusuran lahan ini pada saat, perusahaan belum memiliki ijin lingkungan atau AMDAL, belum memiliki ijin pemanfaatan kayu (IPK), dan tidak memiliki ijin usaha perusahaan (IUP)” jelas Jamin.

Selanjutnya kata Jamin, menurut penilaian Adat Dayak Kecamatan Serawai, perusahaan ini sangat berani melawan hukum dan bertindak seperti mafia atau preman.

“Jadi dengan sikap arogansi yang di tunjukan oleh perusahaan tersebut, atas nama DAD Kecamatan Serawai, Gerakan Dayak Nasional Kabupaten Sintang dan Masyarakat Kecamatan Serawai dengan tegas menolak beroperasinya PT. LJA di Kecamatan Serawai yang mendahului AMDAL, IPK dan IUP” pungkas Jamin. (D2)