Tiga daerah di Kalimantan Timur yaitu Kota Balikpapan, Kota Bontang, dan Kabupaten Tanah Tidung, belum melaporkan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) 2011. <p style="text-align: justify;">"Tiga daerah yang belum melaporkan penggunaan dana Bosda 2011 itu disebut dalam surat edaran Menteri Dalam Negeri kepada Provinsi Kaltim pada 4 Januari 2012," kata Liliana, anggota Komisi IV DPR Kalimantan Timur di Balaikota Balikpapan, Rabu.<br /><br />Surat edaran Mendagri Nomor 900/20/SJ tersebut meminta penjelasan mengenai hal keterlambatan penyampaian laporan penggunaan Bosda triwulan ketiga dan keempat tahun 2011. Namun demikian, surat itu juga menyampaikan hal keterlambatan itu tidak menunda peyaluran Bosda berikutnya.<br /><br />Untuk Balikpapan, dana Bosda 2011 yang diberikan senilai Rp39,35 miliar.<br /><br />"Laporan bisa dilakukan bersamaan penerimaan Bosda triwulan keempat di awal tahun 2012 ini," kata Liliana.<br /><br />Dalam surat itu juga disebutkan untuk mempercepat penyaluran dana Bosda provinsi harus melakukan pengawasan serta evaluasi pengelolaan dan penyaluran dana Bosda tersebut.<br /><br />Menjawab hal itu, Kepala Bagian Keuangan Pemkot Balikpapan Madram menjelaskan bahwa Pemkot Balikpapan sebenarnya sudah memberikan laporan, tapi ternyata format yang diinginkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berbeda.<br /><br />"Karena itu secara fisik dan administrasi kami dianggap belum melaporkan walau secara keuangan tidak ada masalah," kata Madram.<br /><br />Menurut Madram, pihaknya baru mengetahui ketidaksesuain hal tersebut dalam Rapat Koordinasi dengan Kemendikbud di Jakarta baru-baru ini. Saat ini laporan tersebut sedang dikerjakan dan disesuaikan formatnya dengan yang diinginkan Kemendikbud.<br /><br />Madram menambahkan bahwa penyerapan dana Bosda Balikpapan telah 100 persen yakni seluruhnya dari Rp39,35 miliar yang diberikan pemerintah pusat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















