Tiga Desa Di Nanga Pinoh Kesulitan Air Bersih

oleh

Walau berada ditepi sungai dan bahkan berada pada lintasan jaringan pipanisasi PDAM, tiga desa di wilayah kecamatan Nanga Pinoh ini, yakni Poring, Tembawang Panjang serta Tanjung Lay masih sulit mendapatkan air bersih. Hal ini sendiri disebabkan, jaringan air bersih yang dikerjakan oleh PT Batur saat ini mengalami kerusakan. <p style="text-align: justify;">Anggota DPRD dari PAN, Joni Yusman mengungkapkan dari keluhan masyarakat di tiga desa tersebut, sampai saat ini jaringan air bersih yang dulu dibangun dengan dana miliaran rupiah tersebut nyaris tak berfungsi karena kerap kali terputus dan rusak.<br /><br />“Masyarakat di Poring, Tembawang Panjang dan Tanjung Lay sudah susah mendapatkan air bersih karena pipa jaringan air bersih dari Poring tersebut sudah lama mengalami kerusakan,” terangnya.<br /><br />Joni pun meminta pada PDAM Melawi sebagai operator dan perusahaan daerah yang menyuplai air bersih ke rumah tangga untuk mengecek dan memperbaiki kerusakan tersebut. “Bila perlu PDAM bisa bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk sama-sama melihat dan memperbaiki jaringan tersebut,” katanya.<br /><br />Dipaparkan Sekretaris Komisi B ini, selama ini masyarakat berinisiatif melakukan perbaikan dengan membersihkan saluran dari kotoran yang menyumbat pipa dan berusaha menyambungkan jaringan pipa yang terputus. Namun ternyata hingga saat ini air bersih tersebut tak bisa juga mengalir karena keterbatasan sarana dan prasarana.<br /><br />“Saya sendiri pernah melihat  ke lokasi bendungan yang memang medannya sulit dijangkau dengan kendaraan roda dua sekalipun,” ucap Joni.<br /><br />Joni pun berharap persoalan jaringan pipanisasi PDAM yang berasal dari Poring bisa menjadi prioritas unutk segera dilakukan perbaikan. Apalagi sebelumnya, jaringan air bersih tersebut memang ditargetkan bukan hanya untuk mengaliri air di tiga desa saja, tapi juga bagi seluruh pelanggan PDAM di dalam kota Nanga Pinoh.<br /><br />“Kalau memang persoalannya karena persoalan teknis administrasi, ya kita berharap Pemda bisa ikut segera menyelesaikannya. Tapi kalau hambatannya soal anggaran, saya pikir ini tidak menjadi persoalan karena Perda Penyertaan Modal pada PDAM sudah disahkan dan juga telah dianggarkan dalam APBD Melawi. Saya juga berada di dalam Badan Anggaran yang ikut membahas masalah penyertaan modal pada PDAM,” terangnya. (KN)</p>