Tiga Kepala Desa Kecewa Dana Desa Belum Bisa Cair

oleh

Tiga orang Kepala Desa (Kades) yang berada di Kecamatan Nanga Pinoh, yakni selaku Sekoi selaku Kades Tebing Kerangan, Ahmad Yani selaku Kades Nanga Kebebu, dan Supriadi selaku Kades Desa Paal mengaku kecewa, lantaran dana desa belum bisa diproses pencairannya. Padahal semua persyaratan untuk melakukan pencairan dana desa sudah diselesaikan semua. <p style="text-align: justify;">“Kami berharap sangat berharap instansi terkait bisa memberikan informasi dengan baikdan transparan sehingga dalam proses pencairan dana desa tidak meraba-raba. Kami desa desa yang sudah menyelesaikan APBDEs sia-sia saja. Padahal sebelumnya kami selalu berkoordinasi dengan atasan dalam hal ini isntansi terkait, dan kami diberi surat untuk untuk segera menyelesaikan APBDes karena dana desa sudah stanby di rekening daerah, namun tidak sesuai dengan harapan. APBDes diselesaikan dana desa tidak bisa cair,” ungkap Sekoi didampingi dua kades lainnya, belum lama ini.<br /><br />Lebih lanjut Ahmadyani mengatakan, para kades sudah bersusah payah menyelesaikan persyaratan seperti menyelesaikan APBDes karena surat yang diberikan oleh BPMPD-KBP. Namun surat oitu hanya semu belaka.<br /><br />“JIka kami kaji ulangdan sedikit melihat ke belekang. Undang-undang nomor 6 tahun 2014 sudah hamper sempurna dalam mengatur keuangan desa, dan hanya beberapa hal saja yang perlu disempurnakan lagi. Nah, menurut kami informasi inilah yang kurangnya komunikasi antara informasi yang diberikan instansi terkait dan data,” ujarnya.<br /><br />Menurutnya, antara BPMPD KBP dan DPPKAD kurang berkoordinasi, sehingga kepala BPMPD KBP tidak tau informasi keuangannya. “kami sebelulnya tidak terlalu memaksakan jika kami tau bahwadana desa belum bisa dicairkan. Tapi ini kami sudah disurati dan dibilang sudah stanby,” cetusnya.<br /><br />Ketiga kepada desa itu berharap, peristiwa yang mengecewakan seperti itu tidak terulang kembali dan ini bisa diabil hikmahnya bagi para kepala desa lainnya, agar bisa terus mengkroscek informasi yang diberikan itu. <br /><br />“Dengan adanya peristiwa mengecewakan ini kita bisa belajar lebih banyak dan  bisa terus memajukan pemerintahan desa serta pembangunan di kabupaten Melawi yang kita cintai ini bisa terus maju,” pungkasnya. (KN)</p>