Tiga Penopang Utama Pendidikan

oleh

Keberhasilan sebuah proses pendidikan sangat ditentukan oleh 3 penopang utama. Tiga penopang utama pendidikan tersebut adalah orang tua, guru atau sekolah dan ketiga adalah pemerintah. <p style="text-align: justify;">“Orang tua sangat menentukan keberhasilan sebuah proses pendidikan dalam konteks membentuk karakter anak. Sebab waktu bersama orang tua lebih banyak dibandingkan waktu di sekolah. Orang tua ini juga termasuk lingkungan yang ada di sekitarnya,”ungkap Kabid Dikmenti Diknas Sintang F.X Mahin Rabu (14/12/2011).<br /><br />Dikatakan Mahin, bagaimana sikap dan prilaku orang tua dan lingkungan yang ada di sekitar anak menjadi bagian yang sangat penting dalam membentuk karakter anak. Apalagi rumah dan orang tua merupakan tempat belajar pertama kali bagi seorang anak.<br /><br />Selain orang tua, guru dan sekolah juga merupakan penopang utama keberhasilan pendidikan.<br /><br />“Ada pepatah yang mengatakan bahwa guru itu digugu dan ditiru. Maka apa yang diberikan dan disampaikan seorang guru itu memang menjadi salah satu acuan bagi pelajar dan bersikap dan bertindak,”katanya lagi.<br /><br />Factor penting ketiga adalah pemerintah. Selama ini menurutnya pemerinth telah berupaya menjalankan tugasnya sebagaimana yang diatur dalam undang-undang dasar. Yaitu menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat. Bentuk tanggungjawab pemerintah dalam dunia pendidikan adalah menyediakan anggaran bagi terlaksanana proses pendidikan.<br /><br />“Namun tanpan dukungan dua factor lainnya, maka mustahil tanggungjawab pemerintah ini bisa terlaksana. Maka antara pemerintah, orang tua dan guru mesti ada kerjasama yang baik sehingga proses pendidikan bisa berhasil,”tegasnya.<br /><br />Mahin pun membuat simulasi dengan meletakan piring diatas tiga gelas. Bila satu gelas ditarik/diambil, maka piring akan jatuh dan pecah. Begitulah menurutnya gambaran factor pendukung keberhasilan pendidikan.  <br /><br />“Kalau masalah beli buku untuk anak sekolah yang mahal, maka orang tua harus memahaminya. Karena memang begitu tuntutan dan kebutuhan pendidikan. Namun agar tidak memberatkan dan menimbulkan salah paham, maka sebesar apapun biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua maka harus dikoordinasikan dengan komite sekolah sebagai perwakilan orang tua,”bebernya.<br /><br />Masih tentang pendidikan, menurutnya selama ini masyarakat memang masih banyak yang salah tafsir dengan kalimat “gratis” pada sebuah iklan layanan masyarakat. Untung saja saat ini iklan layanan tersebut sudah tidak ditayangkan lagi di layer kaca.<br /><br />“Siapapun kalau mendengar kata gratis pasti akan menjadi protes mana kala menemui kenyataan bahwa ternyata masih ada biaya ini dan itu yang harus dikeluarkan saat memasukan anak sekolah. Tapi justru itulah peran penting masyarakat dalam dunia pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik,”pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>