Tiga Teror Paket Bom Terjadi Di Samarinda

oleh

Tiga teror paket bom terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin. Dilaporkan, aksi teror bom itu pertama berlangsung di Jalan Damanhuri, Samarinda Utara, Senin pagi. <p style="text-align: justify;">Polisi yang datang ke lokasi langsung melokalisir rumah warga yang menerima sebuah paket kiriman itu.<br /><br />Namun, setelah diperiksa melalui "metal detector" dan tidak ditemukan unsur logam, Tim Gegana Brimob Polda Kaltim akhirnya membuka paket kiriman tersebut yang ternyata hanya berisi buku dan tidak mengandung bahan peledak.<br /><br />Teror paket bom kedua terjadi di rumah seorang pengacara di Jalan Pangeran Antasari Gang. 4 RT. 1 No. 27 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, siang tadi.<br /><br />Seorang warga bernama Muhammad, menerima sebuah pesan singkat berisi "Ada bom di rumah Bidan Gustiana di atas atap garasi berbentuk kotak di jalan P. Antasari Gang 4".<br /><br />Hanya berselang lima menit kemudian, warga tadi kembali menerima pesan singkat dari sebuah nomor telepon genggam berisi "Saya tahu anda berada di Jalan P Antasari Gang 4 dan saya bisa melacaknya. Kalau tidak percaya, cek rumah Bidan Gustiana atau pengacara di atas atap garasi ada paket kotak".<br /><br />"Setelah dua kali menerima pesan itu, saya langsung mengecek rumah Bidan Gustiana dan memang benar di atas atap garasi mobilnya ada sebuah kotak. Saya kemudian melaporkannya ke polisi dan menelepon Pak Aswanuddin," kata Muhammad.<br /><br />Polisi yang datang ke lokasi langsung memblokade areal temuan paket diduga bom itu.<br /><br />Sementara, personil Gegana Brimob Polda Kaltim langsung melakukan identifikasi dan evakuasi paket mencurigakan itu.<br /><br />Setelah diledakkan, paket tersebut ternyata berisi rangkaian bom tanpa dilengkapi bahan peledak, detonator dan baterai.<br /><br />"Paket ini memang persis kemasan bom karena ada metal, ada kunci serta rangkaian sakelar. Kunci pas tersebut diduga sengaja ditempatkan ke dalam kotak agar berbunyi saat diperiksa melalui "metal detector". Jadi, pengirim paket ini tujuannya murni untuk teror," katanya.<br /><br />Dari rangkaian bom tersebut yang tidak ada hanya bahan peledak, detonator dan baterai atau "power". "Jika semua bahan itu ada, paket ini bisa meledak," ungkap Kanit Gegana Brimob Polda Kaltim, Brigadir Kepala Roni Ginting, kepada wartawan usai proses peledakan di Markas Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim, di Samarinda Seberang.<br /><br />Tak berselang lama, sebuah paket mencurigakan juga ditemukan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim.<br /><br />Petugas Kejati Kaltim melaporkan paket mencurigakan itu ke polisi karena pada bungkusan luar paket tersebut tidak dilengkapi alamat jelas tujuan dan pengirim.<br /><br />Tim Gegana Brimob Polda Kaltim yang tiba di lokasi langsung memeriksa paket tersebut dan setelah diketahui ada unsur logam, paket tersebut kemudian diledakkan.<br /><br />Ternyata, paket tersebut hanya berisi kalender dari Kejaksaan Agung yang dilengkapi surat dan alamat tujuan serta pengirim yang ditemukan pada bungkusan bahagian dalam paket tersebut. <strong>(das/ant)</strong></p>