Tim BBM Kotawaringin Timur Pantau Seluruh SPBU

oleh

Semua anggota Tim Pengendalian Distribusi Bahan Bakar Minyak Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, disebarkan ke seluruh SPBU untuk memantau dan mencegah penyelewengan BBM. <p style="text-align: justify;">"Rencananya kami akan terus memantau SPBU, setidaknya hingga Desember. Pemantauan dilakukan oleh semua unsur anggota tim, meski penjagaan di SPBU tidak dilakukan setiap saat oleh petugas berseragam," kata Ketua Tim BBM Kotim, Fajrurrahman di Sampit, Senin.<br /><br />Fajrurrahman ikut memantau aktivitas di SPBU Jalan Jenderal Sudirman km 3 Sampit. Dia bersama anggota tim yang berasal dari sejumlah instansi terkait, memantau aktivitas pengisian BBM di SPBU tersebut.<br /><br />Di sejumlah SPBU Sampit, petugas dari anggota Polres Kotim, Polisi Militer, Satpol PP dan instansi lainnya melakukan pemantauan. Mereka mencatat nomor polisi kendaraan yang diisi BBM.<br /><br />Pencatatan tersebut untuk mendeteksi kemungkinan adanya pengendara yang mengisi BBM lebih dari satu kali dalam satu hari di SPBU yang sama atau SPBU lain di Kotim.<br /><br />Jika ditemukan kejadian seperti itu maka petugas akan langsung mengamankan kendaraan tersebut karena mengindikasikan terjadi penyimpangan BBM bersubsidi.<br /><br />Diperketatnya pengawasan ini juga diharapkan berdampak pada berkurangnya antrean kendaraan di setiap SPBU sehingga masyarakat tidak kesulitan lagi mendapatkan BBM bersubsidi.<br /><br />"Kemarin saya memantau sampai pukul 17.00. Antrean jauh berkurang dibanding biasanya, khususnya kendaraan roda dua. Kita tentu berharap masalah BBM di daerah kita ini secara perlahan bisa diatas," kata Fajrurrahman yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kotim.<br /><br />Dia meminta kepada instansi terkait, khususnya Pertamina, juga meningkatkan pengawasan distribusi BBM. Pasalnya, Pertamina memiliki wewenang memberi sanksi terhadap SPBU atau pangkalan, misalnya menghentikan pasokannya, sementara pemerintah daerah hanya terkait izin usaha.<br /><br />"Pertamina juga diharapkan menekankan pada peningkatan sarana di SPBU, misalnya pemasangan CCTV sehingga akan mudah diketahui jika ada kendaraan yang mengisi BBM berulang-ulang," ucap Fajrurrahman. <strong>(das/ant) </strong></p>