Tim Ekspedisi Bukit Barisan menyatakan keprihatinan terhadap kondisi hutan lindung di kawasan Gunung Singgalang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. <p style="text-align: justify;">Tim Ekspedisi Bukit Barisan menyatakan keprihatinan terhadap kondisi hutan lindung di kawasan Gunung Singgalang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.<br /><br />"Kita sangat prihatin melihat kondisi kawasan hutan lindung yang ada di Gunung Singgalang," kata Sub Korwil Sumbar Tim Ekspedisi Bukit Barisan (EBB) Mayor Inf Benny Rahadian Chaniago saat dikonfirmasi melalui telepon dari Padang, Minggu.<br /><br />Menurut dia, ketika melakukan penjelajahan di kawasan Gunung Singgalang sudah satu bulan, kita menemukan hutan lindung sudah banyak yang gundul akibat penebangan liar.<br /><br />"Ada beberapa titik hutan lindung di kawasan Gunung Singgalang yang sudah gundul akibat penebangan hutan,"katanya.<br /><br />Dia menambahkan, Tim Ekspedisi Bukit Barisan juga menemukan kayu bekas penebangan liar di kawasa hutan lindung Gunung Singgalang.<br /><br />"Pohon bekas penebangan liar yang ditemukan kawasan Gunung Singgalang tersebut sudah lama terjadi,"katanya.<br /><br />Dia mengatakan, prihatin melihat kondisi hutan lindung di kawasan Gunung Singgalang, kami melakukan aksi penanam sebanyak 592 batang pohon.<br /><br />"Aksi penanaman pohon tersebut dilakukan pada kaki serta pinggang kawasan Gunung Singgalang,"katanya.<br /><br />Menurutnya, tim ekspedisi memang baru satu bulan memulai tugas penjelajahan dan penelitian di Gunung Singgalang. Masih ada waktu sekitar empat bulan lagi untuk melanjutkan ekspedisi.<br /><br />"Walau begitu, kami telah berhasil menembus puncak Singgalang , menemukan sejumlah flora dan fauna langka,sekaligus melihat sejumlah kawasan hutan yang terkelupas akibat penebangan secara liar, " kata Benny Rahadian Chaniago.<br /><br />Dia menambahkan, kawasan hutan lindung Gunung Singgalang, banyak terdapat hewan-hewan langka yang harus dilindungi, seperti Harimau Sumatera, berbagai jenis burung.<br /><br />"Pembakaran hutan secara liar, penggundulan hutan, dan Pemburu Ilegal yang tidak mempunyai hak untuk membunuh binatang yang dilindungi untuk mendapatkan keuntungan sepihak, semakin menipis pula binatang dilindungi dan hampir punah yang hidup,"katanya.<br /><br />Tidak cuma prihatin, lanjut Benny Rahadian Chaniago tim ekspedisi yang menjelajahi Gunung Singgalang sejak 4 Maret 2011, berupaya membangun kesadaran masyarakat, agar dapat menjaga ekosistem gunung yang bertetangga dengan Merapi dan Tandikek tersebut.<br /><br />"Kesadaran masyarakat untuk tidak lagi melakukan penebang liar sehingga hewan langka berada dalam hutan tidak punah,"kata Benny Rahadian Chaniago.<br /><br />Tim ekspedisi Bukit Barisan yang terdiri dari 34 anggota Kopassus, lima pasukan Raider, lima pasukan TaiPur Kostrad, tiga Wanadri, dan sembilan akademisi. Tim ini melakukan penjelajahan dan penelitian di kawasan Gunung Singgalang hingga bulan Agustus 2011.(Eka/Ant)</p>














