Tim Ekspedisi RRI Sintang Tinjau jJangkauan Siaran di Perbatasan

oleh

Tim ekspedisi RRI Sintang menuju daerah perbatasan Kapuas Hulu- Malaysia Guna melakukan pemantauan jangkauan Siaran RRI. <p style="text-align: justify;">Tim  harus melewati beberapa daerah banjir di perjalanan. Bahkan Mobil yang di gunakan  harus berenang di atas jembatan akibat banjir. <br /><br />" Jalan menuju Badau benar- benar seperti Offroad," Kata Deden Mustafa Driver Tim Ekspedisi RRI Sintang.<br /><br />Tim Ekspedisi Pantauan jangkauan siaran yang di pimpin Kasi Siaran RRI Sintang Walusent Ganyon ini,menuju penghujung Kabupaten Kapuas Hulu  Kalimantan Barat menuju Pos Lintas Batas (PLB) Badau. <br /><br />“ Dikawasan PLB Badau ini Ketergantungan Masyarakat Indonesia pada Malaysia sangat terasa,” Kata Walusent Ganyon Selasa (18/11/2014). <br /><br />Sebagian hasil pertanian masyarakat di jual warga perbatasan ke Malaysia, selanjutnya warga berbelanja kebutuhan pokok di kawasan lubuk Antu Malaysia.<br /><br /> RRI Sintang juga memantau langsung geliat kehidupan masyarakat perbatasan pasca kenaikan BBM yang di umumkan pemerintah 18 November 2014 ini. Sebagian besar warga justru telah terbiasa dengan harga BBM Tinggi.<br /><br /> “ Disini sebelum kenaikan BBM, Bensin di jual 10 ribu perliter, dengan kenaikan ini maka kami menjualnya 12 ribu perliter” Kata Norma penjual bensin eceran pinggir jalan sintang Kapuas Hulu.<br /><br /> Menurutnya harga BBM yang mahal  di sini sudah biasa yang penting barangnya ada sebab disini tidak ada SPBU yang ada APMS.<br /><br /> “APMS di Kapuas Hulu ini sudah dua hari tidak buka,” Ujar Norma.(rri/kn)</p>