Tim Pakem Banjarmasin Larang Aliran Ahmadiyah

oleh

Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat Kota Banjarmasin sepakat untuk melarang setiap kegiatan aktivitas Ahmadiyah di Kota Banjarmasin. <p style="text-align: justify;">Wakil Ketua Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kota Banjarmasin, Irwan Tajuddin, di Banjarmasin, Rabu (09/03/2011), mengatakan, hasil rapat Tim menyatakan untuk melarang setiap kegiatan dan aktivitas aliran Ahmadiyah. <br /><br />Pelarangan terhadap setiap kegiatan aliran Ahmadiyah itu dituangkan dalam bentuk surat rekomendasi yang nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin untuk ditindaklanjuti. <br /><br />"Hasil rapat kesepakatan Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) melarang penuh setiap kegiatan aliran Ahmadiyah dan hasil tersebut akan disampaikan ke Pemkot Banjarmasin untuk ditindaklanjuti," ucapnya. <br /><br />Rapat Tim Pakem Kota Banjarmasin itu bertempat di Kejaksaan Negeri Banjarmasin yang dimulai pada pukul 09.00 Wita hingga 01.30 Wita dan dihadiri oleh instansi terkait. <br /><br />Instansi terkait dalam rapat Tim Pakem untuk menentukan nasib aliran Ahmadiyah itu di antaranya dari pihak Kodim 1007, Polresta, Departemen Agama dan Majelis Ulama Indonesia Kota Banjarmasin, serta tokoh agama. <br /><br />Selanjutnya, tambah Tajuddin, yang juga menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Banjarmasin, ada pertimbangan yang membuat Tim Pakem melarang aliran Ahmadiyah di Kota Banjarmasin, di antaranya aliran tersebut menyimpang dari ajaran Islam yang mengakui adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. <br /><br />Dengan adanya pertimbangan tersebut maka pihaknya sepakat untuk melarang Ahmadiyah melakukan aktivitasnya di Kota Banjarmasin agar tidak mengganggu kehidupan beragama di wilayah kota Banjarmasin yang mendapat julukan kota "seribu sungai". <br /><br />"Kesepakatan yang kita buat dengan melarang aliran Ahmadiyah ini bertujuan untuk menjaga kehidupan beragama agar tetap rukun dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang bisa mengganggu ketentraman masyarakat," terangnya. <br /><br />Selain itu juga, dengan adanya nota kesepakatan ini diharapkan agar aliran Ahmadiyah yang ada di Kota Banjarmasin menghentikan aktivitasnya kegiatan agama, apabila tetap melanggar akan diberikan sanksi. <br /><br />"Bagi pengikut aliran Ahmadiyah jangan pernah melanggar kesepakatan yang telah dibuat apabila terbukti melanggar maka secara tegas akan diberikan sanksi," jelas Tajuddin.<strong> (phs/Ant)</strong></p>