Tim Peneliti Sosbud Dan Komsos Ekspedisi Khatulistiwa Kumpulkan Data

oleh
oleh

Pada Rabu (11/04/2012) Tim Peneliti Unit Sosbud melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait yaitu dengan unsur Muspika Kecamatan Badau guna mendapatkan data awal tentang hal-hal yang diperlukan. Berlokasi di kantor Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Tim Peneliti Sosial Budaya Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang terdiri dari Sertu Johan Arifin selaku Dan Tim beserta 3 anggota melakukan wawancara dengan Camat Badau, beserta jajaran stafnya. <p style="text-align: justify;">Adapun di dalam pertemuan tersebut Drs. Salafudin selaku  Camat Badau memberikan penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kondisi Geografis, Demografis, serta Sosial  Budaya di Kecamatan Badau secara umum. <br /><br />Camat menyampaikan bahwa Kecamatan Badau memiliki 9 desa meliputi : Desa Tanjung, Seriang, Sebindang, Badau, Kantuk, Tinting Serigi, Semunting, Kekurak, Dan Pulau Majang. Dari sembilan desa yang ada, Desa Pulau Majang merupakan desa terjauh dari Kantor Kecamatan Badau. Mata pencaharian secara garis besar warga desa-desa di Kecamatan Badau adalah petani, kecuali di desa Pulau Majang mereka rata – rata adalah nelayan.<br />       <br />Dalam bidang pendidikan, Kecamatan Badau memiliki 11 SD dan 1 Madrasah Ibtidaiyah, 3 SMP, baik SD, MI maupun SMP yang ada rata – rata masih kekurangan guru di bidang mata pelajaran eksakta.  Adapun SMP 3 Seriang tidak berjalan optimal karena kekurangan murid. Ada 3 SMA yang ada di Badau dan baru dibangun pada tahun 2008 sehingga belum banyak meluluskan siswa. <br /><br />Sebelum SMA didirikan, masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan SMA atau ke jenjang yang lebih tinggi lebih memilih untuk bersekolah di  Putussibau, Sintang  atau Pontianak. Sehingga secara umum masyarakat di kecamatan Badau berpendidikan SD dan SMP. <br /> <br />Dibidang kondisi keamanan dan ketertiban secara garis besar, kondisi keamanan dan ketertiban dapat dikatakan kondusif. Hal ini dikarenakan adanya tingkat penerimaan masyarakat setempat yang baik terhadap kaum pendatang. Selain itu, adanya peran pemimpin informal, dalam hal ini pemimpin adat, ikut berperan dalam menjaga kestabilan keamanan masyarakat. <br /><br />Didalam struktur kepemimpinan adat Suku Dayak Iban di Kecamatan Badau, dipimpin oleh Tumenggung  yang membawahi wilayah kecamatan. Sementara di tingkat desa, dipimpin oleh Patih. Selain itu, terdapat juga dewan adat dayak tingkat kecamatan yang sifatnya seperti penasehat. Sementara di dalam masyarakat Melayu, di kecamatan Badau ada dua orang Punggawa. <br /><br />Dibidang kesehatan, secara umum dapat dikatakan baik. Sarana dan pra-sarana cukup memadai, dan sudah terdapat puskesmas yang mampu melayani rawat inap.  Selain itu, menurut data yang diperoleh, banyak pula institusi yang melakukan bakti sosial bidang kesehatan di kecamatan Badau. <br /><br />Tercatat pada tahun 2010, Ikatan Dokter Indonesia bersama Kompas  – Gramedia melakukan operasi katarak gratis. Tahun 2011, Kopassus melakukan pengobatan gratis dan pembagian sembako dengan sasaran di lima kecamatan. Tahun 2010 memang sempat terjadi wabah chikungunya di kawasan Badau, namun masalah itu dapat diatasi. <br /><br />Sedangkan untuk Tim Komunikasi Sosial terdiri dari 9 orang termasuk 4 orang pembina pramuka dari kabupaten Kapuas Hulu melakasanakan koordinasi dan silaturahmi ke sekolah-sekolah dan tokoh adat diwilayah Badau. Tim ini dibagi dua kelompok untuk melakukan koordinasi dan sosialisasi.Kelompok 1 terdiri dari 4 orang diketuai oleh Sertu Maskur melakukan kunjungan ke SMAN I Badau untuk berkoordinasi dan mensosialisasikan program-program yang akan dilaksanakan oleh Tim Komsos yang meliputi kepramukaan, PBB, dan upacara bendera hari senin.<br />    <br /> Setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, rencana ini disambut baik dan akan ditentukan waktu pelaksanaannya oleh pihak sekolah dalam waktu dekat. Jumlah siswa yang akan mengikuti kegiatan ini berjumlah 60-70 orang dari kelas 1 dan 2 kecuali kelas 3 karena sedang menghadapi ujian akhir sekolah. Setelah selesai berkoordinasi dengan pihak sekolah, selanjutnya tim dari kelompok 2 menuju ke rumah salah seorang tokoh adat suku dayak di Badau II untuk bersilaturahmi. Bapak Luter Anak Adik nama dari tokoh tersebut menyambut baik kehadiran tim Komsos.<br /><br />Dilakukan dialog tentang adat istiadat yang ada di Badau dan dan disampaikan bahwa adat Dayak masih sangat kuat khususnya di Badau.   Ia juga mengatakan bahwa apabila ada hal-hal yang tidak dapat diselesaikan terkait dengan masalah adat maka TNI/Polri sebagai fasilitator dalam penyelesaiannya. Namun demikian hukum adat tetap berlaku dalam berbagai hal. <br /><br />Tujuan silaturahmi kepada tokoh adat dilakukan agar nantinya dapat memahami tujuan kegiatan Ekspedisi Khatulistiwa serta bersama masyarakat lainnya dapat mendukung program-program komsos yang akan dilaksanakan.<br /><br />Selanjutnya kelompok 2 berjumlah 5 orang diketuai oleh Serda Taufik Hidayat melakukan sosialisasi dan koordinasi di SMPN Badau. Anggota tim berbincang dengan kepala sekolah SMP tersebut dan menyampaikan tentang program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh tim komsos yang meliputi kegiatan kepramukaan, PBB, dan upacara bendera hari senin. Hal ini diterima baik dan akan dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan dari sekolah. <strong>(phs)</strong></p>