Tinggi Gelombang Perairan Kalbar Berpotensi 4,0 Meter

oleh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Balai Besar Wilayah II Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak menyatakan, ketinggian gelombang di sejumlah kawasan perairan laut Kalbar tiga hari ke depan berpotensi 2,5 meter hingga 4,0 meter atau berbahaya bagi semua jenis kapal. <p style="text-align: justify;">"Ada lima kawasan perairan laut Kalbar, yang sangat rawan bagi pelayaran semua jenis kapal," kata Prakirawan BMKG Balai Besar Wilayah II Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Prada Wellyantama di Pontianak, Senin.<br /><br />Kelima kawasan perairan dari delapan perairan di Kalbar, yang rawan bagi semua jenis kapal tersebut, yakni perairan China Selatan utara Natuna, Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Kepulauan Anabas, dan Sambas, karena dalam tiga hari ke depan berpotensi terjadi gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4,0 meter, mulai Senin (17/12) hingga Kamis (20/12), kata Prada.<br /><br />Sementara, untuk tiga perairan laut lainnya aman bagi pelayaran, yakni perairan Pontianak, Karimata, dan Ketapang, dengan ketinggian gelombangnya rata-rata di bawah 1,0 meter, katanya.<br /><br />Data BMKG Balai Besar Wilayah II Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, mencatat ketinggian gelombang dua meter berbahaya untuk pelayaran kapal tongkang dan kapal nelayan.<br /><br />Ketinggian gelombang tiga meter berbahaya untuk pelayaran kapal tongkang, nelayan, tugboat, kapal roro, feri, sedangkan untuk ketinggian gelombang empat hingga lima meter atau lebih, sangat berbahaya untuk semua jenis kapal.<br /><br />Prada mengimbau, kepada nelayan atau masyarakat yang menggunakan transportasi laut, agar sebaiknya berhati-hati ketika turun ke laut.<br /><br />"Kalaupun mau turun ke laut sebaiknya tidak melewati kelima kawasan perairan laut yang berpotensi terjadi gelombang tinggi tersebut," ujarnya.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat, Gatot Rudiyono memprediksi, gelombang tinggi di kawasan perairan laut provinsi itu hingga Januari 2013, sehingga akan berdampak pada menurunnya produksi ikan tangkap nelayan.<br /><br />"Produksi ikan tangkap akan menurun, kebanyakan nelayan enggan melaut, karena gelombang cukup tinggi," ujarnya.<br /><br />Gatot menjelaskan, gelombang tinggi terjadi tidak hanya di perairan laut Kalbar, tetapi hampir semua di perairan laut Indonesia.<br /><br />"Akibatnya, saat ini harga ikan mulai naik, karena stok ikan berkurang, sementara permintaan meningkat," ungkapnya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>