Tingkat Kelulusan SD Palangka Raya 100 Persen

oleh

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palangka Raya menyatakan, tingkat kelulusan peserta ujian nasional (UN) sekolah dasar (SD) di kawasan setempat mencapai 100 persen. <p style="text-align: justify;">"Pengumuman sudah dilakukan di sekolah masing-masing, dan tingkat kelulusan mencapai 100 persen sama seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Kepala Bidang Taman Kanak-kanak (TK)/SD/SDLB Disdikpora Kota Palangka Raya Irus Lanen, di Palangka Raya, Senin.<br /><br />Ia mengatakan, jumlah peserta UN SD sederajat pada tahun 2011 sebanyak 3.856. Namun dari jumlah tersebut 36 peserta tidak mengikuti ujian karena pindah sekolah.<br /><br />Menurutnya, hasil kelulusan sangat memuaskan, sebab tidak hanya mencapai 100 persen tapi jumlah rata-rata nilai peserta juga cukup bagus. Hal itu menunjukkan kesiapan sekolah untuk menghadapi UN cukup maksimal.<br /><br />"Tingkat kelulusan bisa mencapai 100 persen itu juga dikarenakan sekolah-sekolah sudah melakukan uji coba sebanyak dua-tiga kali dengan persiapan matang jauh sebelum pelaksanaan UN, sehingga kami meyakini kelulusan SD pada tahun ini akan lebih baik tidak hanya dari jumlah namun juga mutu kelulusan siswa." katanya.<br /><br />Pihaknya mengungkapkan, akan selalu berusaha meningkatkan kualitas kelulusan demi terwujudnya mutu pendidikan yang baik di kawasan setempat.<br /><br />Selain itu, lanjutnya, kelulusan siswa ditentukan melalui nilai sekolah dan nilai UN dengan perbandingan 40:60, sedangkan nilai sekolah ditentukan dari 40 persen nilai rapor dan 60 persen nilai ujian sekolah.<br /><br />"Kami juga bersyukur, pada pelaksanaan UN kali ini semua dapat berjalan lancar dan tidak ada kecurangan sama sekali," ujarnya.<br /><br />Hal itu disebabkan semua elemen mempunyai komitmen yang sama yakni sukses pelaksanaan dan sukses nilai hasil yang sudah menjadi kesepakatan semua pihak.<br /><br />Selain itu, diakuinya memang tidak ada standar minimal nilai yang ditetapkan untuk menentukan kelulusan siswa, karena telah diserahkan sepenuhnya kepada sekolah, di mana sekolah memiliki kewenangan untuk menentukan kelulusan siswa karena kondisi sekolah yang berbeda-beda. <strong>(das/ant)</strong></p>