Tingkat Kelulusan SMP Sintang 99,96 Persen

oleh

Tingkat kelulusan UN pelajar SMP kabupaten Sintang tahun ini kembali mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. <p style="text-align: justify;">Tahun ini kelulusan pelajar SMP mencapai 99,96 persen. Tercatat hanya 2 pelajar tingkat SMP yang tidak lulus setelah mengikuti UN. Masing-masing satu siswa dari SMPN 4 Sintang dan 1 siswa dari SMP Bukit Raya Serawai.<br /><br />“Dari 5406 siswa yang mengikuti, hanya 2 orang saja yang tidak lulus. Maka tingkat kelulusan UN SMP tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Sintang juga berada di posisi ke 4 tingkat kelulusan tertinggi di seluruh Kalimantan Barat,”ujar Gisi, Kasi pendidikan SMP Dinas pendidikan kabupaten Sintang saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (13/6/2014) pagi kemarin.<br /><br />Selain berhasil meningkatkan persentase kelulusan, SMPN 3 Ketungau Hilir juga tercatat sebagai sekolah dengan rata-rata  tingkat kelulusan tertinggi. SMPN 3 Ketungau Hilir berada di posisi 7 dari 10 sekolah dengan rata-rata kelulusan tertinggi di Kalbar. <br /><br />“Nilai rata-rata kelulusan pelajar di SMPN 3 Ketungau Hilir mencapai 33.09  dengan jumlah peserta UN sebanyak 32 orang. Artinya nilai rata-rata kelulusan pelajar di SMPN 3 Ketungau Hilir mencapai angka 7 lebih,”jelasnya.<br /><br />Jumat  (13/6/2014) puluhan kepala sekolah berkumpul di aula rapat dinas pendidikan sintang. semua kepala sekolah kebagian amplop berisi nilai dan keterangan kelulusan siswa-siswinya. Aceng, kepala SMPN 4 Dedai menyatakan bahwa semua siswanya yang mengikuti UN tahun ini lulus 100 persen. <br /><br />Bahkan salah satu siswanya yang bernama Lale Erni Widya Sari mendpatkan nilai sempurna untuk mata pelajaran IPA. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Martalena, kepala SMPN 1 Sintang. <br /><br />Seluruh siswa di sekolahnya dan siswa-siswi yang menginduk ke rayon 1 juga dinyatakan lulus. Salah satu siswanya yang bernama Annisa Faradiba mendapatkan nilai 10 untuk mata pelajaran Bahasa Inggris. “Anaknya memang pintar, nilainya bagus semuanya. <br /><br />Nilainya yang paling rendah hanya 8,8 untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Dua mata pelajaran lainnya yaitu matematika dan IPA masing- masing mendapatkan nilai 9,5 dan 9.00,”ujarnya.<br /><br />Namun agak berbeda di SMPN 1 Sungai Tebelian, dari 150 siswa yang terdaftar mengikuti UN, dua pelajar dinyataka tidak lulus. <br /><br />“Mereka tidak lulus karena memang tidak mengikuti UN. Mereka mengundurkan diri sebelum UN di gelar. Tapi dari 148 siswa yang ikut UN, semuanya lulus,”unkap Endang Purwantini, kepala sekolah SMPN 1 Sungai Tebelian sesaat setelah menerima pengumuman kelulusan siswa-siswinya.<br /><br />Hal yang sama diakui pula oleh Toni, Kepala sekolah SMPN 3  Ketungau Tengah. Dari 49 siswa yang terdaftar akan mengikuti UN, ternyata hanya 46 yang saja yang hadir dan ikut mengerjakan soal UN. 3 muridnya positif mengundurkan diri pada minggu terakhir jelang pelaksanaan UN.<br /><br />“Ada yang menikah, istilahnya sekarang ini MBA, Married By accident. Padahal seminggu lagi akan UN. Kami sudah mencoba membujuk dan melakukan pendekatan, namun yang bersangkutan tidak mau. Dia berpikir, lulus pun tidak akan bisa melanjutkan sekolah lagi,”tuturnya.<br /><br />Jumlah siswa SMP yang mundur untuk mengikuti UN tahun 2014 ini mencapai 79 anak. Dari 5485 siswa yang terdaftar, hanya 5406 siswa yang mengikuti UN.<br /><br />“Kita belum melakukan konfirmasi ke sekolah-sekolah yang siswanya banyak mengundurkan diri untuk mengikuti UN,”tegas Gisi saat ditanya apa penyebab banyaknya siswa mengundurkan diri untuk mengikuti UN.<strong> (ek/das)</strong></p>