Tingkat Kelulusan Try Out SMK 7,32 Persen

oleh

Hasil try out tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, hanya 7,32 persen dan sebanyak 92,68 persen tidak lulus dari total 1.516 siswa yang mengikuti pra Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2014/2015. <p style="text-align: justify;">Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanjung, Bambang Wahono di Tanjung, Kamis mengakui hasil try out tahun ini memang kurang bagus bahkan tidak mencapai 10 persen dari seluruh siswa yang mengikuti uji coba.<br /><br />"Di SMK Negeri 1 Tanjung dari 484 siswa yang mengikuti try out hanya 35 siswa yang lulus dan sisanya sebanyak 449 tidak lulus, kondisi ini disebabkan tingkat kesulitan soal yang cukup tinggi serta tidak sesuai dengan kisi-kisi yang disampaikan di sekolah," jelas Bambang.<br /><br />Namun pihak sekolah terus berupaya, hasil pra ujian nasional ini bisa lebih baik dan rencananya try out kedua dilaksanakan pada 23 Maret 2015 setelah para siswa mengikuti ulangan tengah semester sehingga persiapan materi pelajaran bisa lebih matang.<br /><br />Untuk tingkat SMA hasil try out pertama yang digelar 10 sampai 12 Februari lalu tingkat kelulusannya hanya 19,60 persen atau 198 siswa dari total peserta 1.010 siswa dan sebanyak 812 siswa (80,40 Persen) tidak lulus.<br /><br />Khusus untuk jurusan IPA, tingkat kelulusan 10,60 persen atau 53 siswa dari 500 siswa yang mengikuti try out yang menggunakan dana APBD provinsi Kalsel ini.<br /><br />Begitu pula tingkat SMA jurusan IPS, jumlah siswa yang tidak lulus mencapai 419 orang atau 86,21 persen dan hanya 67 siswa yang lulus dari 486 peserta.<br /><br />Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Tabalong, Rosdian Noor mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait hasil try Out yang tidak mencapai 20 persen tersebut.<br /><br />"Sebenarnya kita belum mendapatkan laporan langsung dari pihak sekolah terkait hasil try out tingkat SMA dan SMK yang masih kecil, yang pasti pra ujian nasional kedua akan kita gelar kembali untuk lebih memantapkan para siswa dalam menghadapi UN mendatang," jelas Rosdian. (das/ant)</p>