Tinju – Petinju Landak Belum Didukung Sponsor

oleh

Atlet tinju Kabupaten Landak, Kalimantan Barat pembinaannya masih mengandalkan bantuan dana dari pemerintah setempat karena belum ada sponsor dari pihak ketiga. <p style="text-align: justify;">"Tinju kita memang masih banyak kendala khususnya dalam pendanaan masih mengandalkan dari APBD melalui KONI, karena sampai saat ini belum ada kerja sama dengan pihak sponsor," kata Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Landak, Aspansius di Ngabang, Minggu.<br /><br />Menurutnya, meski pun dana pembinaan minim tapi Pertina bertekat akan terus melakukan pembinaan kepada atlet tinju Kabupaten Landak yang ada potensi, baik mulai dari strategi dan teknik untuk bertinju.<br /><br />"Kita melakukan pembinaan selain latihan rutin juga mengikuti sejumlah pertandingan eksibisi di beberapa daerah seperti yang digelar Pertina Bengkayang pada 29 Meret 2011 lalu.<br /><br />Sementara itu Manajer Tinju Landak, Jongki menambahkan, pihaknya tetap berkomitmen untuk memajukan dunia olahraga tinju di Kabupaten Landak. Apa pun caranya dunia tinju di Landak harus tetap eksis. Menurutnya, ada beberapa langkah yang dipersiapkan untuk memajukan dunia tinju di Landak, salah satunya yakni mempersiapkan bibit atlit tinju baru.<br /><br />"Untuk jumlah atlet tinju yang tercatat di Pengkab Pertina Landak berjumlah 34 atlet. Dari 34 atlet tinju tersebut, 26 atlet dari anak-anak SMP yang berasal dari SMP Negeri 3 Ngabang dan SMP Negeri 4 Ngabang. Mereka ini terus kita bina setiap hari Kamis dan Sabtu. Sebab di 2 sekolah ini ada mata pelajaran pengembangan diri," ungkap Jongki.<br /><br />Ia mengakui Pertina Landak memang kesulitan untuk menyediakan pelatih tinju. Karena pelatih tinju yang ada sekarang ini merupakan mantan petinju yang belum mempunyai sertifikat pelatih.<br /><br />"Kalau kita sudah punya pelatih, saya yakin atlet tinju kita sudah mampu memberikan yang terbaik bagi Landak. Oleh karena itu saya sudah negosiasi dengan ketua umum Pengprov Pertina Kalbar agar Pengprov bisa menyediakan pelatih yang siap diterjunkan ke daerah. Adapun untuk biaya pelatih akan diambil dari dana ‘sharing’ dari Pengprov dan Pengkab," kata dia. <strong>(phs/Ant)</strong></p>