Titian Gantung Aluan Mati HST Terancam Ambruk

oleh

Titian (jembatan kecil) gantung Desa Aluan Mati, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, kini terancam ambruk. <p style="text-align: justify;">Koresponden Antara Kalsel yang melakukan perjalanan ke daerah HST tersebut, Sabtu melaporkan, terancam ambruknya titian gantung atau titian baayun itu, karena tebing sisi kanan penyeberangan itu dari arah arus air Kali Benawa, longsor.<br /><br />Akibat longsor tersebut pondasi dasar pada ujung titian itu sebagian terlihat menggantung, dan kondisinya bisa tambah parah bila sekali lagi terjadi terjangan banjir atau air bah besar.<br /><br />Informasi dari Pambekal atau Kepala Desa Aluan Mati Abdussahid, terjangan banjir yang menyebabkan tebing pada ujung titian itu longsor, terjadi Kamis (9/1) pekan lalu.<br /><br />Padahal titian gantung Aluan Mati yang merupakan "urat nadi" perhubungan masyarakat setempat damsekitarnya itu, baru selesai pembangunannya 4 November 2012 atau belum berumur "setahun jagung".<br /><br />Karenannya masyarakat setempat berharap agar pemerintah daerah cepat tanggap terhadap kondisi titian gantung Aluan Mati, sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi serta meminta kurban lainnya.<br /><br />"Mungkin bisa dengan disiring atau pemasangan turap sebagai pengendali arus banjir, guna mencegah longsor, serta berujung ambruknya titian baayun tersebut," Muhammad Ilmi, salah seorang warga Aluan Mati itu.<br /><br />Banjir karena luapan air Kali Benawa pekan lalu itu juga sempat merendam persawahan penduduk setempat, namun tidak membuat mati anakan padi yang baru petani tanam.<br /><br />Luapan air Kali Benawa juga sempat beberapa wilayah permukiman di Barabai, ibu kota HST (165 km utara Banjarmasin) terendam, karena bersamaan pula dengan meluapnya air Sungai Batang Alai. (das/ant)</p>