Home / Tak Berkategori

Tjahjo: Ada Kejanggalan Dalam RUU Kamnas

- Jurnalis

Sabtu, 14 Januari 2012 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPR RI, Tjahjo Kumolo mengatakan, ada kejanggalan dalam naskah akademis RUU Keamanan Nasional (RUU Kamnas) yang diusulkan pemerintah. <p style="text-align: justify;">"Salah satunya adalah mengapa harus dibuat aturan ‘koordinasikan TNI dengan Polisi untuk segala situasi," kata Tjahjo  kepada ANTARA News, Jakarta, Jumat.<br /><br />Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut, masing-masing sudah punya tugas fungsional yang beda sasaran dan beda cara bertindak.<br /><br />"Misalnya, soal beda status hukum. TNI sama dengan militer dan kombatan. Sedangkan Kepolisian lebih pada sipil dan non kombatan," kata dia.<br /><br />Dari sisi tugas kewilayahan, tugas TNI lebih pada wilayah perang sedang Kepolisian berada ditengah-tengah masyarakat atau wilayah bukan perang.<br /><br />Artinya, kalau situasi tidak-perang atau tidak darurat atau tidak ada bencana, semua institusi pemerintah menjalankan tugasnya secara-fungsional. Polisi menumpas kejahatan termasuk teroris, penegakan hukum, pengayom masyarakat sampai dengan makar, yang kesemuanya diatur dalam KUHP dan hukum pidana lainya.<br /><br />Sehingga, lanjut Sekjen PDIP itu, selama belum keadaan menjadi serba darurat atau darurat militer, TNI tentu belum diperankan untuk menjalankan operasi di wilayah bukan perang.<br /><br />"Jangan  permanenkan  peran TNI untuk tugas-tugas keamanan dalam negeri di masa bukan perang atau bukan darurat. TNI jangan dijadikan "LAKSUSDA" lagi," kata Tjahjo Kumolo. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB