TNI-AL Ajak Pemprov Kalbar Peduli Batas Laut

oleh

TNI-AL mengajak pemerintah dan muspida Provinsi Kalimantan Barat untuk peduli dengan batas-batas laut dalam menjaga kekayaan sumber daya alam di laut agar tidak diambil oleh negara lain. <p style="text-align: justify;">"Kalau pulau-pulau (Indonesia) yang berbatasan dengan negara tetangga yang tadinya diklaim, tetapi kalau sudah dikelola maka akan menjadi milik kita," kata Komandan Komando Pengembangan Pendidikan Laksamana Muda TNI Widodo seusai penyematan brevet selam kepada muspida Provinsi Kalbar di Pontianak, Jumat.<br /><br />Ia menjelaskan, salah satu upaya dalam ikut peduli untuk menjaga batas laut, bisa seperti yang dilakukan oleh Lanal Pontianak dengan memberikan pelatihan selam dasar terhadap para muspida Provinsi Kalbar.<br /><br />"Mudah-mudahan dengan adanya latihan selam dasar yang diselenggarakan Lanal Pontianak dan muspida Provinsi Kalbar diharapkan bisa memicu para peserta dan masyarakat lainnya untuk mengenal dan menyayangi dunia bawah air," ujar Widodo.<br /><br />Apalagi di Kalbar memiliki wilayah perairan laut yang cukup luas, bahkan ada yang diklaim oleh negera tetangga, kalau tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin diambil oleh negara tetangga tersebut, kata Widodo.<br /><br />Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Arie Sulistyo yang ikut menerima penyematan brevet selam menyambut, baik diselenggarakannya pelatihan selam dasar oleh Lanal Pontianak.<br /><br />"Mudah-mudahan dengan digencarkannya olah raga selam ini, maka masyarakat semakin cinta bahari, sehingga ikut bersama-sama dalam menjaga perairan, baik kekayaan yang berada di dalam maupu diatas perairan," ujarnya.<br /><br />Bagi Polda Kalbar, dengan diadakannya pelatihan selam dasar, maka kalau dalam penanganan kasus yang memerlukan keahlian menyelam dalam mencari bukti, maka keterampilan menyelam yang sebelumnya sudah didapat bisa digunakan, kata Arie.<br /><br />Hal senada juga dikatakan oleh Komandan Lanal Pontianak, Kolonel Laut (P) Dwika Tjahja Setiawan. Ia mengatakan, penyelenggaraan latihan selam dasar dilakukan, guna mengenalkan selam dan untuk menumbuhkan kecintaan bagi unsur muspida Provinsi Kalbar pada dunia bawah laut.<br /><br />"Selam sebenarnya termasuk keahlian individu, tetapi kami pahami Kalbar termasuk yang memiliki banyak sungai dan perairan lautnya yang sangat luas sehingga wajar kalau masyarakatnya mencintai olah raga air. Kami berharap dengan menyelam, maka kita mencintai nilai-nilai yang terkandung dalam air," ujarnya.<br /><br />Karena tidak mengenal, maka kecintaan terhadap kekayaan sumber daya alam yang ada di air akan berkurang. "Tetapi akan berbeda bagi mereka yang punya hobi menyelam, maka mereka akan mencintai apa yang terkandung dalam air," kata Dwika. <strong>(das/ant)</strong></p>