TNI Dinilai Efektif Dukung Pengendalian Barang Perbatasan

oleh

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat Abdul Manaf Mustafa mengatakan keterlibatan TNI dalam kerja sama pengendalian lalu lintas barang terutama di perbatasan cukup efektif. <p style="text-align: justify;">"Mereka memberi informasi ke pihak Karantina," katanya saat dihubungi di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Menurut dia, bahan makanan yang rawan diselundupkan ke Kalbar dari perbatasan di antaranya ayam, telur, daging sapi dan kerbau.<br /><br />Ia mengatakan ada juga bahan makanan yang diselundupkan dari Kalbar ke Sarawak, Malaysia, "Untuk mengawasi dan mengendalikan lalu lintas barang, kerja sama tersebut sangat penting, sehingga terus digiatkan," kata dia.<br /><br />Sejumlah lokasi yang menjadi kawasan utama pengawasan tim tersebut yakni Aruk (Kabupaten Sambas), Jagoi Babang (Kabupaten Bengkayang), Entikong (Kabupaten Sanggau), Senaning (Kabupaten Sintang), dan Badau (Kabupaten Kapuas Hulu), Ia menambahkan, beberapa waktu lalu juga ada wacana untuk melibatkan TNI dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. "Bentuknya berupa TNI ikut memelihara hewan ternak di perbatasan," katanya.<br /><br />Namun, menurut dia, hingga kini belum ada kepastian dan tindak lanjut di Indonesia. "Kami di Kalbar sudah siap untuk mendukung rencana tersebut," katanya.<br /><br />Ia mengatakan masih menunggu kebijakan selanjutnya dari pemerintah pusat terkait wacana tersebut.<br /><br />Beberapa waktu lalu, tepatnya pada 17 April 2011 malam, petugas gabungan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak serta Pos Perbatasan TNI 641 Beruang di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, menyita 3.405 butir telur penyu yang akan diselundupkan ke Sarawak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>