Home / Tak Berkategori

TNI : Kebersamaan Penegakan Hukum Di Perbatasan Rendah

- Jurnalis

Rabu, 21 November 2012 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Yonif 123/Rajawali Pasukan Pengamanan Perbatasan di Entikong, Letkol Musa David Hasibuan mengatakan pihaknya masih belum melihat adanya komitmen bersama terhadap penegakan hukum di wilayah perbatasan. <p style="text-align: justify;">"Hal itu bisa dilihat dari penanganan beberapa kasus ilegal yang terjadi di wilayah perbatasan. Melihat kenyataan tersebut, hal terpenting yang harus dilakukan seharusnya di perbatasan adalah upaya penegakan hukum yang terkoordinasi secara bersama antara aparat penegak hukum dan instansi terkait," kata Musa, Rabu.<br /><br />Menurutnya, jika tidak dilakukan maka hal utama yang dirasakan adalah penegakan hukum secara sendiri-sendiri.<br /><br />"Saya lihat penegakan hukum di perbatasan kurang maksimal, contoh yang paling nampak adalah, bagaimana para pelaku perdagangan ilegal tersebut bahkan melakukan secara berulang-ulang dan sangat sering melakukan. Artinya perlu ada upaya evaluasi terhadap semua penegak hukum dan instansi terkait yang ada di perbatasan, termasuk juga soal peraturan perundang-undangannya," tuturnya.<br /><br />Dikatakannya, terkait gula, sosis, rotan, bahkan perdagangan manusia yang ada di perbatasan banyak yang belum tuntas. Sanksi yang diberikan juga tidak memberikan efek jera kepada pelaku sehingga para pelaku tidak pernah jera dengan perbuatannya dan menganggap remeh penegak hukum.<br /><br />"Tetapi saya tidak mau menyalahkan sepenuhnya penegakan hukumnya, karena saya kira undang-undangnya juga harus diperbaiki. Saya juga sempat heran melihat persoalan TKI ilegal, kalau belum lewat border belum bisa dikatakan TKI ilegal," kata Musa.<br /><br />Padahal, lanjutnya, hal itu jelas tujuannya, kepentingannya, sementara surat-menyuratnya juga tidak jelas.<br /><br />Pada intinya, penegakan hukum di perbatasan masih jauh dari maksimal sehingga perlu perbaikan regulasi dan penegakan hukum yang benar-benar maksimal supaya dapat mempersempit pengulangan perilaku buruk selama ini.<br /><br />"Jadi kalau mau penegakan hukum jangan setengah-setengah dan sendiri-sendiri, harus ada penegakan hukum melalui aparat yang terpadu, artinnya secara bersama-sama. Jangan yang satu menangkap, yang satunya melepas, yang satunya bilang illegal, yang satunya bilang legal dan akhirnya yang ditangkap juga bingung, mana yang benar aparatnya," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Babinsa Koramil 1205-08/Dedai Hadiri Pemberkatan dan Peresmian Kantor CU Keling Kumang Branch Office Emparu Baru
PORKAB Barito Utara 2025 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Menuju Porprov Kalteng 2026
DPRD Barito Utara Apresiasi Tinggi Pelaksanaan PORKAB 2025 di Muara Teweh
Silaturahmi Santai Bersama Gubernur, SMSI Dapat Pesan dan Dukungan
Kejurprov Terbuka PBFI Kalteng 2025 Resmi Dibuka di Muara Teweh, Atlet Binaraga Siap Bersaing
Polda Kalbar Gelar “Jumat Curhat”, Kapolda Hadir Bersama Forkompimda dan Tokoh Masyarakat
Perluas Akses Pendidikan, Wagub Kaltara Bahas Sekolah Rakyat dengan Kemensos RI
Pemprov Kaltara Dukung Transisi Energi Bersih Lewat Hibah Infrastruktur EBT dari ESDM

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 23:38 WIB

Babinsa Koramil 1205-08/Dedai Hadiri Pemberkatan dan Peresmian Kantor CU Keling Kumang Branch Office Emparu Baru

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:22 WIB

PORKAB Barito Utara 2025 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Menuju Porprov Kalteng 2026

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:53 WIB

DPRD Barito Utara Apresiasi Tinggi Pelaksanaan PORKAB 2025 di Muara Teweh

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:33 WIB

Silaturahmi Santai Bersama Gubernur, SMSI Dapat Pesan dan Dukungan

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:24 WIB

Kejurprov Terbuka PBFI Kalteng 2025 Resmi Dibuka di Muara Teweh, Atlet Binaraga Siap Bersaing

Berita Terbaru