Tokoh Adat Imbau Warganya Pilih Caleg Jujur

oleh

Tokoh masyarakat dan tokoh adat di beberapa kecamatan di kabupaten Kutai Timur Kaltim mengimbau warganya agar cerdas memilih calon legislatif (caleg) yang jujur dan komitmen pada pemilu April mendatang "Kami telah mengimbau warga sekitar supaya cerdas dalam memilih dan menentukan caleg yang nantinya dinilai pantas menjadi wakil rakyat di lembaga legislatif," kata Tanen Uyang salah satu tokoh masyarakat suku dayak di desa Long Segar Kecamatan Telen, Selasa. <p style="text-align: justify;">Menurut Tanen Uyang yang juga tokoh adat suku dayak kenyah ini, mengatakan, wakil rakyat yang nanti kita pilih harus yang jujur dan bersih tidak korupsi dan mau mempertanggung jawabkan janji-janjinya ketika sudah duduk.<br /><br />Ini penting, karena selama ini pada pemilu sebelumnya kami telah memilih wakil-wakil yang dinilai cocok dan baik, ternyata setelah duduk, tidak lagi mencerminkan dirinya sebagai wakil rakyat yang dipilih langsung rakyat.<br /><br />"Karena sudah pengalaman memilih makanya harus lebih cerdas supaya nantinya kita memiliki wakil rakyat yang baik dan jujur serta mampu mengakomodir aspirasi sesuai tugas dan fungsinya" jelas Uyang.<br /><br />Hal sama juga dikatakan Syamsuddin 49 tahun warga dusun Jabdan desa Muara Wahau kecamatan Muara Wahau. Bahwa memilih anggota dewan nanti tidak boleh membeda-bedakan suku agama dan ras, tetapi memilih wakil yang baik dan tidak ingkar janjinya.<br /><br />"Anggota Dewan yang dipilih jangan dilihat dari suku, agama ataUpun ras, tetapi kejujuran dan kemampuannya menjadi wakil rakyat" kata SyamSUddin.<br /><br />Menurut dia pengalaman warga Jabdan pada pemilu 2009 warga ramai-ramai memilih 1 caleg dari warga setempat dengan harapan mampu mengakomodir dan membawa aspirasi ke Dewan dan Pemkab Kutim.<br /><br />Tetapi kenyataannya sangat mengecewakan kami, karena tidak saja dinilai tidak mampu membawa aspirasi, tapi juga jangan sekali pulang kampung. Kalaupun dia datang itu bisa dihitung sekali setahun, saat resespun dia jarang datang bertemu warga.<br /><br />Warga lainnya, Idrus 31 tahun yang tinggal di desa Wanasari Kecamatan Muara Wahau mengatakan, jangan pilih calon anggota dewan yang membeli suara dengan uang.<br /><br />"Kalau ada caleg yang memberikan uang dengan harapan dipilih, kami himbau jangan dipilih.Karena dia pasti korupsi ketika sudah duduk di dewan" kata Idrus.<br /><br />Menurut Idrus yang mengaku memiliki usaha rumah makan sederhana di pasar Muara Wahau tidak mudah bagi warga untuk menentukan calon wakil rakyat yang bagus dan jujur seratus persen, tapi diharapkan nantinya benar-benar menjadi anggota dewan yang bisa mengakomodir dan menyampaikan aspirasi masyarakat yang diwakilinya.<br /><br />"Kami berharap anggota dewan nanti tidak korupsi dan memperjuangkan aspirasi rakyat sesuai fungsinya," kata Idrus. <strong>(das/ant)</strong></p>