Tokoh Agama Tanggapi Positif Keterwakilan Perempuan

oleh

Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif ditanggapi positif kalangan tokoh agama di Provinsi Kalimantan Tengah dengan harapan bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya kaum perempuan. <p style="text-align: justify;">"Keterwakilan perempuan di legislatif memang dibutuhkan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, sama halnya dengan anggota legislatif dari kalangan laki-laki. Dalam agama kita juga tidak dilarang," kata cendikia muda Kalteng, H Samsuri Yusup saat dihubungi dari Sampit, Sabtu.<br /><br />Dia menjelaskan, keterwakilan perempuan di legislatif menjadi positif jika wakil rakyat tersebut bisa menjalankan tugas dengan amanah. Harapan besar digantungkan masyarakat agar anggota dewan dari kalangan perempuan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan kaum perempuan.<br /><br />Namun pria yang menjabat sebagai Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalteng ini memberi penegasan bahwa perempuan wajib hukumnya mendahulukan kewajiban yang sudah menjadi kodrat sebagai perempuan.<br /><br />Perempuan punya kewajiban khusus yakni melayani suami dan anak. Kewajiban itu harus didahulukan dan tidak boleh sampai terabaikan jika mereka nantinya terpilih menjadi anggota legislatif.<br /><br />Tentunya harus seizin suami, bagi yang sudah bersuami. Intinya, kewajiban sebagai perempuan tidak boleh sampai terabaikan. Jadi kalau mereka memutuskan menjadi caleg, berarti sudah harus siap membagi waktu agar semua kewajiban bisa dijalankan, ujar Samsuri.<br /><br />Secara pribadi, pria yang juga dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia ini menilai kualitas caleg-caleg perempuan juga umumnya tidak kalah dibanding laki-laki, tinggal masyarakat menentukan pilihan.<br /><br />Dia berharap pemilu legislatif 9 April pekan depan berjalan lancar, aman dan damai. Terpenting, pemilu nanti diharapkan bisa menghasilkan wakil-wakil rakyat yang amanah sehingga bisa memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. <strong>(das/ant)</strong></p>